banner 728x90

Sikapi Eksistensi Ilmu Kesustraan di Era Digital, HISKI Sulsel Gelar Tudang Sipulung Sastra-1 di Unhas

banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA — Himpunan Sarjanan Kesustraan Indonesia (HISKI) Komisariat Sulawesi Selatan (Sulsel) menyelenggarakan Tudang Sipulung Sastra-1 di Ruang Senat Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas), Selasa (25/2/2025).

Ketua HISKI Sulsel Dr. Muliadi, M. Hum dalam sambutannya mengatakan Tudang Sipulung Sastra-1 merupakan kali pertama diselenggarakan oleh HISKI Sulsel.

banner 728x90

“Unhas merupakan pelopor pertama dalam mendukung kegiatan Tudang Sipulung yang diselenggarakan HISKI Sulsel,”ungkap Muliadi juga Dosen Sastra Indonesia Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Ia mengatakan kegiatan tersebut rencananya akan berlanjut diselenggarakan, nantinya di Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan beberapa universitas yang ada Kota Makassar khususnya.

“Tujuannya akan mengaji lebih dalam terkait  dengan kekayaan sastra yang di Sulsel khususnya, juga kegawatan sangat membantu bagi dosen yang akan melakukan penelitian terkait dengan sastra sebagai dasar pengajuan penelitian ke Pemerintah Pusat dalam hal ini kementerian terkait,” tandas Muliadi.

Di samping itu, Muliadi menuturkan bahwa kegiatan tersebut selain sebagai dasar dalam pengajuan penelitian dalam bidang sastra, serta Tudang Sipulung Sastra-1  ini nanti akan memiliki output berupa penerbitan buku yang berorientasi pada sastra.

“Insya Allah, kedepannya kita rencana, HISKI Sulsel akan menerbitkan buku dalam bentuk chapter,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dibuka langsung Wakil Dekan 1 FIB Unhas, Dr. Mardi Ardi Armin, M.Hum. menghadirkan 2 narasumber yakni Prof. Dr. Nurhayati, M. Hum dan Dr. Ery Iswary, M. Hum.

Mardi Ardi Armin menyebutkan HISKI merupakan asosiasi yang berkualitas melihat usianya yang sudah cukup matang.

“Alhamdulillah HISKI sampai saat ini masih tetap eksis dan, acara ini sangat penting, saya sering diskusi,” ujarnya.

Adapun materi yang dibahas dari kedua pemateri tersebut. Pemateri pertama oleh Prof. Dr. Nurhayati, M. Hum dengan pokok bahasan “Nilai Pendidikan dalam cerita rakyat dan implikasinya dalam pembelajaran sastra.

Sementara Dr. Ery Iswary, M. Hum. membahas terkait Sastra Digital sebagai pembelajaran budaya lokal. (aca/nlr).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *