Ramadhan selalu menjadi bulan yang identik dengan semangat berbagi. Kini kemajuan teknologi, berbagi kepada sesama menjadi lebih mudah melalui layanan donasi digital. Hanya beberapa klik, masyarakat bisa menyalurkan bantuan ke berbagai lembaga amal melalui platfrom Kitabisa,BAZNAS,Dompet Dhuafa,GoPay,OVO dan Dana.
Meningkatnya tren donasi selama ramadhan bukanlah hal baru. Menurut data dari Asosiasi Fintech Indonesia, transaksi donasi digital menigkat hingga 60% dibandingkan bulan biasa. Kemudahan akses, beragamnya pilihan donasi, serta kampanye amal yang banyak tersebar di media sosial menjadi faktor utama tingginya antusiasme masyarakat dalam berdonasi.
Namun, dibalik kemudahan ini, muncul kekhawatiran mengenai keamanan dan transparansi penyaluran dana. Beberapa kasus penipuan dengan modus donasi juga semakin marak, membuat masyarakat mulai mempertanyakan : Apakah donasi digital benar-benar aman? Salah satu donatur, Rizki (29) mengatakan bahwa ia lebih nyaman berdonasi melalui aplikasi digital dibandingkan metode konvensional. “Lewat aplikasi, saya bisa langsung transfer donasi ke panti asuhan atau korban bencana. Tidak perlu repot datang ke lokasi, cukup pakai dompet digital. Praktis dan Cepat.”
Selain platfrom resmi, media sosial juga menjadi peran besar dalam menyebarkan informasi terkait donasi ramadhan. Banyak influencer, tokoh agama, dan selebritas yang mengajak pengikutnya untuk berdonasi melalui link yang mereka bagikan.
Namun, tren ini juga membuka celah bagi oknum yang tidak bertanggung jawab. Beberapa akun palsu memanfaatkan empati masyarakat dengan mengunggah foto dan cerita menyentuh, tetapi ternyata donasi yang dikumpulkan tidak disalurkan ke penerima yang berhak.
Siti Handayani, seorang pakar keaman digital, mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih tempat berdonasi. “Kasus penipuan ber modus amal semakin meningkat. Banyak yang membuat akun donasi fiktif, bahkan menggunakan foto orang sakit atau anak yatim yang diambil dari internet untuk menarik simpati. Masyarakat harus lebih cermat dalam memverifikasi kebenaran informasi sebelum berdonasi ke platfom digital.” ujarnya.
Donasi digital adalah inovasi yang sangat baik dalam memudahkan masyarakat berbagi, tetapi harus tetap dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Jangan sampai niat baikkita dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.” Tutup Siti Handayani.
Dengan semakin berkembangnya era digital, semangat berbagi di bulan ramadhan bisa semakin luas dan efektif, asalkan dilakukan dengan bijak dan aman.