UMI Dukung Transformasi Polri melalui Kolaborasi Akademik dan Penguatan Riset Kepolisian

banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA —  Universitas Muslim Indonesia (UMI) menerima kunjungan silaturahmi Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sulawesi Selatan bersama jajaran, Rabu (5/2). Pertemuan ini menjadi bagian dari tindak lanjut kerja sama strategis antara Mabes Polri dan perguruan tinggi, sekaligus penguatan kolaborasi pengembangan sumber daya manusia (SDM), riset, dan kajian kebijakan kepolisian dalam mendukung agenda transformasi Polri yang presisi, humanis, dan berbasis ilmu pengetahuan.

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Kombes Pol. Adi Ferdian Saputra, S.I.K., M.H. (Karo SDM Polda Sulsel), didampingi AKBP Dr. Zulanda, S.I.K., M.Si. (Kabag Balpres Biro SDM), AKBP Amiruddin, S.H., M.H. (Kabag Kerma Roops Polda Sulsel), serta Makmur, S.H., M.H. (Pamsubbag Diapers Bag Dalperro Biro SDM).

Rombongan diterima langsung oleh Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., didampingi para Wakil Rektor UMI, bertempat di Ruang Rapat Rektor, Menara UMI Lantai 9.

Kolaborasi Akademik, Bukan Kepentingan Tertutup

Dalam pertemuan tersebut, Kombes Pol. Adi Ferdian Saputra menyampaikan apresiasi atas sambutan pimpinan UMI dan menegaskan bahwa kemitraan Polri dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari strategi institusional Polri untuk memperkuat kualitas SDM dan kebijakan berbasis kajian ilmiah yang terbuka, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

“Silaturahmi ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman Mabes Polri dengan UMI, dalam kerangka reformasi dan transformasi Polri yang menempatkan ilmu pengetahuan, riset, dan kajian kebijakan sebagai fondasi utama,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kerja sama ini tidak mengandung agenda tersembunyi, melainkan murni bertujuan memperkuat nilai-nilai akademik, profesionalisme, dan pelayanan publik melalui pendekatan ilmiah, empiris, dan multidisipliner.

Untuk wilayah Sulawesi Selatan, Polri menetapkan UMI dan Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai mitra utama pengembangan kajian akademik kepolisian.

Pusat Studi Kepolisian: Ruang Ilmiah, Bukan Alat Kekuasaan

Salah satu agenda strategis yang dibahas adalah rencana pembentukan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Muslim Indonesia. Pusat studi ini dirancang sebagai ruang akademik terbuka, yang berfungsi:
• Menghasilkan riset dan kajian kebijakan kepolisian berbasis data dan kebutuhan masyarakat
• Menjadi forum ilmiah yang kritis, objektif, dan konstruktif
• Menjembatani dunia akademik dengan praktik kepolisian secara profesional dan etis

“Kami berharap di UMI dapat dibentuk tim bersama yang diberi ruang dan dukungan untuk melakukan kajian strategis secara independen dan ilmiah melalui kerja sama kelembagaan,” tambah Kombes Pol. Adi Ferdian.

UMI Tegaskan Komitmen Akademik dan Transparansi

Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib menyambut baik rencana tersebut dan menegaskan komitmen UMI sebagai institusi pendidikan tinggi yang menjunjung tinggi integritas akademik, transparansi, dan pengabdian kepada masyarakat.

“UMI siap memberikan ruang dan dukungan akademik untuk pengembangan Pusat Studi Kepolisian yang bersifat kolaboratif, ilmiah, dan aplikatif. Kajian yang dihasilkan harus bermanfaat bagi Polri, masyarakat, dan pengembangan ilmu pengetahuan—bukan kepentingan sempit atau jangka pendek,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa UMI memandang kerja sama ini sebagai bagian dari Catur Dharma Perguruan Tinggi UMI, yaitu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pembinaan karakter dan nilai moral.

Dorong Studi Lanjut Personel Polri di UMI

Selain riset dan kajian kebijakan, kerja sama ini juga diarahkan untuk mendorong peningkatan kualifikasi akademik personel Polri melalui studi lanjut di UMI pada berbagai jenjang pendidikan:
• Program Magister (S2)
• Program Doktor (S3)
• Program Profesi dan pendidikan berkelanjutan lainnya

UMI membuka ruang seluas-luasnya bagi personel Polri yang ingin mengembangkan kapasitas intelektual, kepemimpinan, dan profesionalisme melalui jalur akademik yang terstruktur dan bermutu.

Dengan pengalaman panjang UMI dalam pengelolaan pendidikan pascasarjana dan riset multidisipliner, kolaborasi ini diharapkan melahirkan perwira dan aparatur Polri yang unggul secara intelektual, matang secara etik, dan adaptif terhadap tantangan masa depan.

Menuju Launching Nasional oleh Kapolri

Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak sepakat memfasilitasi pembahasan lanjutan terkait konsep kerja sama serta penyusunan dokumen MoU dan PKS yang mencakup pengembangan SDM, riset, dan kajian kebijakan kepolisian.

Direncanakan, Pusat Studi Kepolisian secara nasional akan dilaunching langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, M.Si. di Universitas Muslim Indonesia, sebagai simbol kolaborasi strategis antara Polri dan perguruan tinggi dalam membangun institusi kepolisian yang modern, berilmu, dan berorientasi pada pelayanan publik. (rls/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *