MAKASSAR, NALARMEDIA — Prodi Sastra Inggris Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSKIP) Universitas Muslim Indonesia (UMI) gelar workshop dengan topik “Unclok Scopus: Strategi dan Trik Publikasi Internasional Bereputasi”, di Aula FSKIP, Senin (9/2/2026).
Hadir Wakil Dekan I FSKIP UMI, Muhajir, S. S., M. Pd., Ph. D., Wakil Dekan II Dr. Ihramsari Akidah, S. Pd., M. Pd. Wakil III Muhammad Idris, S. Sos., M. I. Kom. Wakil Dekan IV Dr. Ahdam, S. Sos., M. Si, dengan pemateri Devilito Prasetyo Tatipang.
Ketua Program Studi Sastra Inggris Dr.Abdollah,MM.,M.Pd mengatakan kegiatan tersebut telah lama direncanakan, dan bisa terlaksana hari ini.
“Bersyukur kegiatan workshop hari ini merupakan bagian dari program dari Prodi Sastra Inggris FSIKP UMI,” ungkap Abdollah saat memberikan sambutan.
Ia menuturkan melalui workshop yang memiliki subtansi membuka kunci bagaimana strategi dan Trik Publikasi Internasional Bereputasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi seluruh dosen utamanya lingkup FSIKP UMI.
“Melalui kegiatan ini tentu tentu saja diharapkan memberikan manfaat dan solusi bagi seluruh dosen lingkup FSKIP, dalam melakukan publikasi jurnal bereputasi internasional yang selama ini memiliki banyak kendala yang dihadapi,” tandas Abdollah.

Sementara Wakil Dekan I FSKIP UMI Muhajir, S. S., M. Pd., Ph. D. yang mewakili Dekan FSKIP UMI, Dr. Nurjannah, M. Pd. dalam sambutannya mengatakan Workshop yang diselenggarakan Prodi Sastra Inggris sangat menarik yakni memberikan trik dan strategi dalam membuka kunci publikasi jurnal internasional bereputasi.
“Kami segenap pimpinan Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi dan Pendidikan (FSKIP) UMI dalam hal ini Dekan FSKIP UMI menyampaikan apresiasi kepada Prodi Sastra Inggris atas inisiasi dan komitmen dalam melaksanakan kegiatan, yang diikuti dari berbagai jurusan lingkup FSKIP,” ungkap Muhajir.
Menurut Muhajir, kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam meningkat kapasitas dosen.
“Kami harap setelah kegiatan ini, penelitian seluruh dosen lingkup FSIKP tidak hanya berakhir dalam bentuk draf, melainkan bisa menembus publikasi internasional dan melalui kegiatan juga mendorong dalam meningkatkan produktivitas,” tutup Muhajir. (rls/red).
















