Tryout Gratis & Seminar Pendidikan, UMI Teguhkan Peran Mencetak Generasi Sulsel yang Adaptif, Unggul, dan Berkarakter Islami

banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA —  Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang konsisten mengambil peran strategis dalam penguatan kualitas pendidikan di Sulawesi Selatan. Bertempat di Kampus 2 UMI, Senin (9/2), UMI menggelar Tryout Gratis bagi siswa kelas XII SMA/SMK/MA sederajat serta Seminar Pendidikan untuk kepala sekolah dan guru se-Sulsel.

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan insan pendidikan dalam merespons tantangan transformasi teknologi sekaligus penguatan karakter generasi muda.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, H. Hery Sumiharto, SE., M.Ed., mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel. Turut hadir jajaran pimpinan Yayasan Wakaf UMI dan Rektorat, di antaranya Ketua Pembina YW-UMI Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, Ketua Pengurus YW-UMI Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, serta Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H.

Pendidikan Digital Harus Berakar pada Nilai

Dalam Seminar Pendidikan bertajuk “Sekolah Bermutu, Generasi Adaptif: Menjawab Kebutuhan Pendidikan di Era Transformasi Teknologi”, Prof. Mansyur Ramly menegaskan bahwa kemajuan teknologi dalam pendidikan harus tetap berpijak pada nilai spiritual dan akhlak.

“Pendidikan digital itu fleksibel dan kolaboratif. Namun di UMI kami menegaskan bahwa ilmu tidak boleh bebas nilai. Ia harus dituntun oleh iman, takwa, dan akhlakul karimah,” ujar Prof. Mansyur.

Ia juga mengutip pesan Ali bin Abi Thalib RA tentang pentingnya mendidik generasi sesuai zamannya, seraya menekankan bahwa di UMI, belajar diposisikan sebagai ibadah dan proses kreatif yang menumbuhkan semangat serta keberanian berpikir.

Sejalan dengan itu, Kabid SMK Disdik Sulsel, H. Hery Sumiharto, menyampaikan bahwa pemerintah saat ini fokus pada revitalisasi sekolah dan digitalisasi pendidikan, serta mendorong guru dan kepala sekolah menjadi pemimpin perubahan.

“Sekolah harus menjadi ekosistem yang membahagiakan. Guru bukan sekadar pengajar, tetapi pendamping yang membantu siswa memaknai arus informasi digital secara positif dan siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” tuturnya.

Rektor UMI: Kampus Bukan Sekadar Tempat Kuliah, Tapi Tempat Bertumbuh

Dalam sambutannya, Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib menyampaikan pesan yang menyentuh dan relevan bagi Generasi Z dan Generasi Alfa. Ia menegaskan bahwa memilih perguruan tinggi adalah memilih lingkungan untuk bertumbuh sebagai manusia seutuhnya.

“Kuliah itu bukan cuma soal masuk kampus, tetapi soal memilih tempat tumbuh dan berkembang. Tempat yang membuat kamu nyaman menjadi diri sendiri, menghargai prestasi, sekaligus memberi ruang untuk gagal, bangkit, belajar, dan mencoba lagi,” ungkap Rektor.

Ia menegaskan bahwa UMI dibangun sebagai kampus yang manusiawi, adaptif, dan terbuka terhadap kreativitas mahasiswa, tanpa meninggalkan karakter dan nilai keislaman.

“Di UMI, prestasi dihargai, tetapi bakat juga dirawat. Akademik, riset, seni, olahraga, kewirausahaan, hingga konten digital—semua kami fasilitasi. Karena masa depan tidak pernah lahir dari satu jenis kecerdasan saja,” lanjutnya.

Rektor juga mengungkapkan bahwa UMI saat ini memiliki lebih dari 150.000 alumni yang berkiprah sebagai menteri, kepala daerah, anggota legislatif, pimpinan BUMN, pengusaha, akademisi, dokter, insinyur, dan profesional di berbagai sektor.

“Mereka bukan selalu yang paling pintar sejak awal. Tetapi sejak di UMI, mereka dilatih untuk berani memimpin. Dan tradisi itu kami jaga sampai hari ini,” tegasnya.

Sebagai kampus berakreditasi Unggul dengan 118 profesor dan lebih dari 1.000 dosen, UMI juga telah menyiapkan master plan kampus masa depan yang ramah teknologi dan ramah manusia, mulai dari internet super cepat, ruang belajar fleksibel, taman tematik, hingga ruang kolaborasi kreatif.

“Kami ingin kampus ini menjadi tempat belajar dengan serius, tetapi hidup dengan riang gembira,” kata Prof. Hambali.

Tryout Gratis dan Beasiswa untuk Siswa Berprestasi

Sementara itu, suasana meriah tampak di Auditorium Al Jibra, tempat ribuan siswa SMA/SMK/MA mengikuti Tryout Gratis UMI. Kegiatan ini semakin semarak dengan kehadiran selebgram asal Makassar serta pembagian doorprize menarik, mulai dari sepeda hingga perangkat elektronik.

Ketua Panitia, Prof. Dr. Ir. H. Dirgahayu Lantara, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar simulasi ujian, melainkan bagian dari strategi UMI menjaring dan membina calon mahasiswa unggul.

“UMI menyiapkan beasiswa bagi 50 peserta dengan nilai tryout tertinggi. Ini bukan hanya seleksi akademik, tetapi ruang diskusi dan langkah nyata kami untuk menyiapkan generasi yang adaptif, unggul, dan tetap berkarakter,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, UMI kembali menegaskan posisinya sebagai kampus pendidikan dan dakwah, yang tidak hanya mengejar keunggulan akademik, tetapi juga membentuk generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi masa depan tanpa kehilangan nilai.(rls/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *