MAKASSAR, NALARMEDIA — Awal tahun 2026 jumlah Guru Besar Universitas Bosowa (Unibos) bertambah sebanyak 2 orang.
Antara lain Prof. Dr. Zulkifli, S.H., M.H dan Prof. Dr. Drs. Mas’ud Muhammadiah, M.Si setelah dikukuhkan pada Kamis (12/2/) di Balai Sidang 45, Kampus Unibos, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar.
Pengukuhan ini dihadiri Kepala LLDIKTI Wil. IX Sultan Batara, Dr. Andi Lukman, M.Si., Founder Bosowa Corporindo, H.M. Aksa Mahmud, Ketua Yayasan Aksa Mahmud.
Serta Melinda Aksa, Ketua BPH Yayasan, Asrul Hidayat, Rektor Universitas Bosowa Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si. beserta seluruh jajaran pimpinan.
Dalam sambutannya Rektor Unibos, Prof. Batara Surya menegaskan pengukuhan tersebut, saat ini jumlah guru besar Unibos telah mencapai 40 orang.
Namun, sambung Prof. Batara sapaanya penambahan guru besar akan terus ditingkatkan mengingat saat ini masih ada 67 orang lektor kepala yang potensial.
“Masih ada 67 orang lektor kepala yang potensial menjadi guru besar ke depan. Jenjang jabatan fungsional ke depan akan terus kita tingkatkan untuk mendukung pengembangan Unibos sesuai dengan target yang ingin kita capai,” tegas Prof. Batara.
Prof. Batara berharap kepada Guru Besar yang dikukuhkan Prof. Zulkifli dan Prof. Mas’ud terus memberi manfaat baik bagi keluarga, Unibos dan bangssa ini.
“Termasuk seluruh civitas akademika mewujudkan visi unibos ke arah kemajuan, berinovasi dan berkarya secara kolaboratif untuk mencapai reputasi global dengan tatap menjunjung tinggi kerukunan harmoni dan kebersamaan,” ucapnya.
Sedangkan Kepala LLDIKTI Wil. IX Sultan Batara, Andi Lukman, menuturkan gelar besar merupakan pengakuan akademik tertinggi dan membutuhkan perjalanan panjang keilmuan yang penuh dengan pengorhanan tenaga, waktu dan kerja keras tanpa lelah.
“Menjadi profesor harus tangguh. Dengan gelar Pofesor maka tanggung jawab yang di embang juga tinggi, ketika jadi guru besar sampai hal hal jalannya harus berubah,” ucapnya.
Andi Lukman menegaskan agar para profesor yang dikukuhkan, menjaga marwah guru besar. “Guru besar itu tidak bisami salah di mata masyarakat dan harus tetus mengembangkan diri dan menjadi rujukan moral ataupun akademik. Harus menjadi role model bagi dosen dosen,” jelasnya. (rls/red).















