Parkir Semrawut di Depan SMA 1 Selayar, Bahu Jalan Berubah Jadi Lahan Parkir

banner 325x300

NALARMEDIA SELAYAR – Kondisi parkir kendaraan di depan SMA Negeri 1 Selayar menuai sorotan. Pasalnya, kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat parkir tidak tertib hingga memanfaatkan bahu jalan, yang seharusnya digunakan untuk kelancaran arus lalu lintas.

Pantauan di lapangan (6/4/2026) menunjukkan, deretan kendaraan kerap memanjang di sisi jalan, terutama pada jam masuk dan pulang sekolah. Situasi ini tidak hanya mempersempit badan jalan, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan lain, termasuk para siswa.

Sejumlah warga mengaku resah dengan kondisi tersebut. Mereka menilai kurangnya penataan parkir dan pengawasan menjadi penyebab utama terjadinya kesemrawutan.

“Kalau jam sibuk, jalan jadi sempit sekali. Kendaraan harus bergantian lewat, ini tentu rawan kecelakaan,” ujar Irfan salah seorang pengguna jalan domisili Benteng

Selain mengganggu kelancaran lalu lintas, penggunaan bahu jalan sebagai area parkir juga dinilai melanggar aturan. Bahu jalan sejatinya difungsikan sebagai ruang darurat, bukan tempat parkir.

Menyikapi hal ini, masyarakat berharap pihak sekolah dapat segera menyiapkan area khusus parkir bagi siswa, sehingga tidak lagi menggunakan badan maupun bahu jalan.

Penataan yang baik dinilai menjadi solusi utama untuk menciptakan ketertiban dan keselamatan bersama.

Di sisi lain, perlu menjadi perhatian bahwa pengelolaan SMA berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi. Oleh karena itu, diharapkan adanya dukungan dan intervensi dari pemerintah provinsi untuk membantu penyediaan fasilitas parkir yang memadai, sekaligus mendorong pengawasan yang lebih optimal.

Tak hanya itu, dinas terkait lingkup Pemerintah Daerah Kepulauan Selayar juga diminta untuk turun langsung melakukan pengawasan dan penertiban secara rutin, guna memastikan aturan parkir dipatuhi serta mencegah terulangnya kondisi serupa.

Jika dibiarkan berlarut, kesemrawutan parkir ini dikhawatirkan tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga mencerminkan lemahnya penegakan aturan di ruang publik. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *