MAKASSAR, NALARMEDIA — Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan halal bihalal Ikatan Alumni (IKA) Teknik Sipil Universitas Muslim Indonesia (UMI) Angkatan 82 yang digelar di Hotel Myko, Sabtu (28/3).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat kepedulian sosial antaralumni.
Halal Bi Halal tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang secara konsisten dilaksanakan.
Tidak hanya menjadi ajang temu kangen, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan berbagai program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ketua Pengurus IKA Teknik Sipil UMI Angkatan 82, Prof. Dr. Ir. Hj. St. Maryam Hafran, M.T., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah utama dalam menjaga kebersamaan alumni.
“Setiap tahun kami rutin melaksanakan halal bihalal sebagai ajang silaturahmi antaralumni, sekaligus memperkuat kebersamaan yang telah terjalin sejak lama,” ujarnya.
Selain itu, sambung Prof. Maryam sapaannya mengatakan alumni juga aktif melaksanakan kegiatan sosial selama Ramadan.
“Selain halal bihalal, kami juga memiliki kegiatan amaliah Ramadan seperti pembagian sembako kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Ia menuturkan pada tahun ini, sekitar 100 paket sembako berhasil disalurkan.
Kepedulian antaralumni tidak hanya terlihat dalam kegiatan formal, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami tidak hanya bersilaturahmi saat acara resmi, tetapi juga saling peduli ketika ada yang berduka maupun berbahagia, seperti pernikahan atau akikah,” jelasnya.
Lebih jauh Prof. Maryam menyebutkan jumlah kehadiran alumni pada kegiatan tahun ini juga mengalami peningkatan. Dari sekitar 50 orang pada tahun sebelumnya, kini bertambah menjadi 63 orang yang hadir sesuai daftar konfirmasi.
“Alhamdulillah, tahun ini jumlah yang hadir meningkat menjadi 63 orang, meskipun setiap tahun ada rekan yang telah berpulang,” ungkapnya.
Kata Prof. Maryam, salah satu pencapaian yang membanggakan dari alumni Teknik Sipil UMI Angkatan 82 adalah keberhasilan membangun sebuah masjid di Jalan Kesadaran.
Masjid tersebut dibangun dari swadaya alumni dengan biaya sekitar Rp1,5 miliar, sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat setempat.
“Masjid yang kami bangun merupakan hasil swadaya alumni untuk membantu masyarakat yang sebelumnya kesulitan melaksanakan salat Jumat,” tuturnya.
Ia berharap ke depan, para alumni Teknik Sipil UMI angkatan 82 dapat terus menghadirkan berbagai program sosial lainnya.
“Kami berharap bisa terus menghadirkan program sosial yang bermanfaat, meskipun sebagian besar alumni sudah memasuki masa pensiun,” tutupnya. (rls/red).















