Dari Aljazair, Bupati hingga Pejabat TNI-Polri, Pascasarjana UMI Kian Dipercaya sebagai Pusat Pengembangan Ilmu dan Kepemimpinan Nasional”

banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA — Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia kembali menegaskan reputasinya sebagai pusat pendidikan tinggi yang dipercaya lintas profesi dan lintas negara. Dalam rangkaian sidang akademik yang digelar pada Sabtu (11/4/2026), hadir representasi mahasiswa dari berbagai latar strategis—mulai dari mahasiswa internasional, kepala daerah, perwira tinggi TNI, hingga pejabat kepolisian, yang menempuh dan menyelesaikan studi di Pascasarjana UMI.

Kehadiran mereka merupakan sebagian dari potret mahasiswa yang akan diwisuda pada periode ini maupun yang tengah menjalani studi, mencerminkan luasnya kepercayaan publik—baik nasional maupun internasional terhadap kualitas akademik dan lingkungan keilmuan Pascasarjana UMI.

Mahasiswa Internasional: Perspektif Global dalam Ruang Akademik UMI

Dari kancah internasional, Mekhzoumi Oualieeddine, mahasiswa asal Aljazair, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana UMI dengan predikat pujian melalui disertasi berjudul:

“Paradigma Baru Perlindungan Hak Asasi Manusia Anak: Integrasi Diversi dan Artificial Intelligence dalam Sistem Peradilan Pidana Anak.”

Kajian ini mengangkat isu global terkait perlindungan anak di era digital, termasuk cyberbullying, eksploitasi daring, serta tantangan sistem peradilan pidana anak di tengah perkembangan teknologi.

Kehadiran mahasiswa internasional ini menegaskan bahwa Pascasarjana UMI semakin diakui sebagai ruang akademik yang terbuka dan relevan di tingkat global

Kepala Daerah: Ilmu untuk Kebijakan dan Pembangunan Berkelanjutan

Dari kalangan pemerintahan, Bupati Luwu Timur, Ir. H. Irwan Bachri Syam, ST., menuntaskan studi pada Program Magister Teknik Sipil Pascasarjana UMI dengan tesis:

“Kajian Pola Hujan Akibat Pengaruh Variabel Iklim pada DAS Tabo-Tabo Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan.”

Penelitian ini memberikan kontribusi strategis dalam pengelolaan sumber daya air dan mitigasi bencana berbasis data iklim, sebagai bagian dari penguatan perencanaan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Irwan Bachri Syam juga merupakan alumni S1 Teknik Sipil UMI angkatan 1997, alumni Program Profesi Insinyur UMI, serta saat ini menjabat sebagai Ketua Alumni PSPPI UMI dan Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Luwu Timur

Perwira Tinggi TNI: Penguatan Perspektif Keamanan dan Pertahanan Negara

Dari lingkungan militer, Laksamana Muda (Laksda) TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., yang menjabat sebagai Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) IX Maluku, menyelesaikan studi pada Program Magister Ilmu Hukum Pascasarjana UMI dengan tesis:

“Implementasi Hukum Pembangunan Berkelanjutan terhadap Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dalam Menunjang Ketahanan Pangan (Studi pada Masyarakat Pesisir Maluku).”

Penelitian ini merekomendasikan model pembangunan kolaboratif berbasis kearifan lokal dalam memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Selain itu, Kolonel Kav. Ir. Amran Wahid, ST., MM., IPM resmi meraih gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana UMI melalui disertasi:

“Esensi Sinergitas Peran Strategis Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam Penanggulangan Tindak Pidana Terorisme di Indonesia.”

Kajian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara TNI, Polri, dan BNPT dalam menghadapi ancaman terorisme yang semakin kompleks.

Kolonel Amran Wahid juga merupakan alumni S1 Teknik Industri UMI angkatan 1991, alumni Program Profesi Insinyur UMI, serta menjabat sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni FTI UMI hingga saat ini

Pejabat Polri: Menjawab Tantangan Hukum di Era Digital

Dari unsur kepolisian, mantan Kapolres Barru AKBP Dodik Susianto, S.I.K., yang saat ini menjabat sebagai Wadirreskrimsus Polda Sulawesi Selatan, menyelesaikan studi pada Program Magister Ilmu Hukum Pascasarjana UMI dengan tesis:

“Penegakan Hukum Pidana terhadap Pelaku Akses Ilegal Data Nasabah Bank (Studi pada Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan).”

Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan integratif antara aparat penegak hukum, lembaga perbankan, serta penguatan sistem keamanan teknologi informasi dalam menghadapi kejahatan siber.

Pascasarjana UMI: Ruang Bertemunya Ilmu, Pengalaman, dan Kepemimpinan

Direktur Pascasarjana UMI, Prof. Dr. H. Laode Husen, SH., MH menegaskan bahwa keberagaman latar belakang mahasiswa menjadi kekuatan utama dalam membangun ekosistem akademik yang kontekstual dan berdampak.

“Ini adalah gambaran bahwa Pascasarjana UMI dipercaya oleh berbagai kalangan, baik nasional maupun internasional. Kehadiran mahasiswa dari latar belakang pemerintahan, militer, kepolisian, profesional, hingga internasional menciptakan ruang pembelajaran yang kaya perspektif dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Pascasarjana UMI terus mendorong lahirnya karya ilmiah yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

UMI: Kampus Ilmu dan Ibadah yang Dipercaya Lintas Profesi dan Lintas Negara

Capaian ini semakin mempertegas posisi Universitas Muslim Indonesia sebagai perguruan tinggi yang terbuka, adaptif, dan dipercaya oleh berbagai kalangan, baik nasional maupun internasional.

Sebagai kampus yang mengimplementasikan Catur Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter, Pascasarjana UMI menjadi pilihan strategis bagi pejabat TNI-Polri, kepala daerah, profesional, pengusaha, hingga mahasiswa internasional dalam mengembangkan kapasitas keilmuan sekaligus memperkuat perspektif kepemimpinan.

Ini bukan sekadar kelulusan. Ini adalah kepercayaan. Bahwa dalam satu ruang bernama UMI ilmu, pengalaman, dan kepemimpinan bertemu dan dari sana, lahir gagasan untuk masa depan bangsa, bahkan dunia. (rls/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *