MAKASSAR, NALARMEDIA — Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan perannya sebagai kampus rujukan bagi praktisi pemerintahan dan pengambil kebijakan, setelah sejumlah anggota DPRD dan ASN dari Kabupaten Morowali memilih melanjutkan studi di Program Pascasarjana UMI melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), selasa 2 mei 2026.
Pilihan tersebut bukan sekadar untuk meraih gelar akademik, tetapi untuk memperkuat kapasitas dalam membaca, menganalisis, dan menyelesaikan persoalan nyata di daerah.
Salah satu mahasiswa Pascasarjana UMI, Reflin Abd Rauf, Anggota DPRD Morowali periode 2024–2029, secara tegas mengungkapkan alasan memilih UMI.
“Kami pilih UMI karena ilmunya langsung bisa diterapkan untuk daerah. Program RPL sangat membantu kami sebagai praktisi, dan dosen-dosennya tidak hanya kuat secara keilmuan, tetapi juga memahami realitas di lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, proses pembelajaran di UMI tidak berhenti pada teori, tetapi memberikan perspektif yang langsung bisa digunakan dalam penyusunan kebijakan, pengawasan, dan pelayanan publik.
Melalui Pascasarjana UMI, mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga menghasilkan riset yang menyentuh langsung persoalan strategis daerah.
Tiga kajian utama yang dihasilkan mahasiswa UMI di Morowali menunjukkan arah yang jelas:
Penelitian oleh Haryati (ASN Morowali) mengungkap bahwa kewenangan camat masih dominan administratif dan belum optimal menjawab dinamika kawasan industri, dengan rekomendasi penguatan regulasi, kelembagaan, dan budaya hukum masyarakat.
Penelitian oleh Reflin Abd Rauf menemukan bahwa pengawasan DPRD masih bersifat administratif dan reaktif. Menemukan fakta penting bahwa terdapat kesenjangan antara dokumen AMDAL dan kondisi lingkungan nyata, termasuk degradasi hutan dan banjir.
Penelitian oleh Ahmad Hakim (Anggota DPRD Morowali) menunjukkan bahwa pengawasan belum menyentuh aspek substantif. Dengan rekomendasi penguatan regulasi, penggunaan tenaga ahli independen, dan sistem monitoring berbasis data.
Direktur Pascasarjana UMI, Prof. Dr. H. La Ode Husen, S.H., M.H., menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa dari kalangan praktisi menunjukkan kepercayaan terhadap kualitas UMI.
“Kami tidak hanya mendorong kajian teoritis, tetapi memastikan setiap mahasiswa mampu menghadirkan solusi nyata. Pascasarjana UMI menjadi ruang strategis bagi para pengambil kebijakan untuk meningkatkan kualitas pengabdian mereka,” ujarnya.
Karena UMI menghadirkan sistem pembelajaran yang fleksibel melalui Program RPL, relevan dengan kebutuhan kerja, didukung dosen berpengalaman akademik dan praktis serta berorientasi pada solusi nyata. Ilmu yang dipelajari tidak berhenti di ruang kelas, tetapi langsung menjadi kebijakan di lapangan.
Capaian ini menegaskan satu hal penting bahwa UMI tidak hanya mencetak lulusan tetapi membentuk pemimpin yang mampu mengambil keputusan berbasis ilmu dan keberpihakan pada masyarakat. UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak (rls/red$.















