MAKASSAR, NALARMEDIA— Menguasai bahasa Inggris saja belum cukup untuk menjadi guru yang mampu menciptakan pembelajaran efektif. Kemampuan memilih dan menerapkan metode pengajaran sesuai kebutuhan peserta didik menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki calon pendidik.
Berangkat dari hal tersebut, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia (UMI), menyelenggarakan Kuliah Praktisi dengan menghadirkan Khasan, S.Pd., M.M., Kepala SD Islam Athirah Makassar, pada Selasa, 20 Oktober 2026, bertempat di Aula FSIKP UMI.
Kegiatan yang diikuti oleh 50 mahasiswa ini merupakan bagian dari perkuliahan Teaching English as a Foreign Language (TEFL), dengan topik “A Comparative Analysis of GTM, DM, and CLT: Exploring Approaches and Methods in English Language Teaching.”
Dalam pemaparannya, Khasan mengulas tiga metode pengajaran bahasa Inggris, yakni Grammar Translation Method (GTM), Direct Method (DM), dan Communicative Language Teaching (CLT). Ketiganya dibahas melalui karakteristik, kelebihan, keterbatasan, serta relevansinya dengan kebutuhan pembelajaran bahasa Inggris masa kini.
Salah satu persoalan penting yang diangkat adalah bagaimana memastikan bahwa proses mengajar benar-benar menghasilkan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik. Pemilihan metode perlu mempertimbangkan tujuan pembelajaran, kemampuan bahasa siswa, serta kesempatan bagi mereka untuk menggunakan bahasa Inggris secara aktif.
Materi juga menyoroti tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang menekankan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Dalam konteks ini, pendekatan komunikatif menjadi salah satu pilihan yang relevan untuk mendorong keterlibatan peserta didik melalui interaksi, kerja kelompok, dan aktivitas berbasis situasi nyata.
Menariknya, kegiatan ini turut memperkenalkan praktik pengembangan lingkungan berbahasa Inggris di SD Islam Athirah Makassar, termasuk penguatan kompetensi guru, pembiasaan komunikasi berbahasa Inggris, dan pengintegrasian bahasa Inggris dalam berbagai aktivitas pembelajaran.
Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang kegiatan. Sebanyak 50 mahasiswa yang hadir menunjukkan partisipasi aktif dalam sesi diskusi, mengajukan pertanyaan, serta menanggapi berbagai persoalan terkait penerapan metode pengajaran bahasa Inggris. Interaksi antara mahasiswa dan narasumber memperkaya pembahasan, khususnya mengenai tantangan yang dapat dihadapi calon guru ketika menerapkan teori pembelajaran di ruang kelas.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami bagaimana pendekatan pengajaran diterapkan dalam praktik pendidikan sekaligus mempertimbangkan kesesuaiannya dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.
Kuliah praktisi ini menjadi salah satu bentuk komitmen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FSIKP UMI dalam memperkuat kualitas pembelajaran melalui keterlibatan praktisi pendidikan. Kegiatan ini diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan wawasan pedagogis dan kemampuan mengambil keputusan pembelajaran yang tepat sebagai persiapan memasuki dunia profesi keguruan. (rls/red).















