Perkuat Etika Pelayanan, Aparatur Kecamatan ManggalaIkuti Pelatihan Komunikasi Antarbudaya Berbasis Digital

banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA— Dosen Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi dan Pendidikan Universitas Muslim Indonesia yang merupakan dosen Sastra Inggris, Sastra Indonesia beserta 2 orang mahasiswa dariprogram studi Sastra Inggris melaksanakan program PengabdianKepada Masyarakat (PKM) skema unggulan kepada para stafkantor kecamatan Manggala kota Makassar.

Upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik menjadiperhatian dalam pelaksanaan Pelatihan Intercultural Communication Berbasis Digital Tool untuk MeningkatkanEtika Pelayanan Aparatur Kecamatan Manggala.

Kegiatan inidilaksanakan pada bulan september sampai dengan oktober 2026 dengan pertemuan tatap muka. Pertemuan tatap muka, dimanapertemuan tatap muka dilaksanakan selama 3 kali pertemuan.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 25 peserta dengan tujuanmemperkuat kemampuan komunikasi antarbudaya dalampelayanan kepada masyarakat. Bukan hanya itu kegiatan ini juga diikuti beberapa pimpinan diantranya Kasi Pemerintahan dan kasi kebersihan dan pertanaman.

Pelaksana kegiatan ini adalah  Dr. Dra. Andi Hudriati, M.Humsebagai ketua tim, Rizkariani Sulaiman, S.Pd.,M.Pd dan Dr.Hadawiah, SE, M.Si sebagai anggota tim serta dua mahasiswaProgram Studi Sastra Inggris: Adinda Noer Faizah

dan Hanny Nur Mardiah.

Dalam Materi pelatihannya, Andi Hudriati bersama timmemaparkan bahwa Pelatihan tersebut diarahkan untukmeningkatkan pemahaman tentang pentingnya komunikasi yang santun, terbuka, dan menghargai keberagaman.

Dalam pelayanan publik, aparatur berhadapan dengan masyarakat yang memiliki latar belakang budaya, bahasa, kebiasaan, dan karakteryang berbeda. Kepekaan terhadap perbedaan tersebut menjadibekal penting agar pelayanan dapat berlangsung secara adil dan mudah dipahami.

Komunikasi antarbudaya tidak hanya berkaitan dengankemampuan menyampaikan informasi, tetapi juga kesediaanmendengarkan dan memahami sudut pandang orang lain. Pilihankata, intonasi, ekspresi, serta cara menanggapi pertanyaan dan keluhan masyarakat merupakan bagian dari etika pelayananyang perlu terus diperkuat.

Kesalahpahaman dapat dikurangimelalui sikap empatik dan penyampaian informasi yang jelas. Penggunaan perangkat digital menjadi pendekatan dalampelatihan ini untuk mendukung penguatan kompetensikomunikasi aparatur.

Pendekatan tersebut relevan dengankebutuhan pelayanan publik yang semakin terhubung denganteknologi. Pemanfaatannya perlu disertai tanggung jawab, termasuk menjaga kesantunan dalam komunikasi tertulis, ketepatan informasi, dan kerahasiaan data masyarakat.

Melalui kegiatan selama dua hari tersebut, peserta diharapkandapat menghubungkan pemahaman komunikasi antarbudayadengan situasi pelayanan sehari-hari.

Kemampuan menjelaskanprosedur, merespons keluhan secara tenang, serta menghindariprasangka terhadap latar belakang masyarakat menjadi bagianpenting dari pelayanan yang profesional.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah penguatan budayapelayanan di Kecamatan Manggala yang lebih ramah, inklusif, dan responsif. Penerapan hasil pelatihan secara berkelanjutandiperlukan agar kemampuan menggunakan teknologi berjalanseiring dengan peningkatan empati dan etika aparatur dalammelayani masyarakat.

Manggala Putra Andi Baso, S.STp, selaku Sekertaris KecamatanManggala berharap bahwa kegiatan PKM seperti ini sebaiknya rutin dilaksanakan karena dengan adanya kegiatan seperti ini dapat membantu dalam mengimplementasikan kegiatan kami dalam kegiatan sehari hari, gunanya adalah cara komunikasi dan pelayanan kepada masyarakat.(rls/red). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *