SINJAI, NALARMEDIA – Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan menjadi salah satu inovasi yang terus dikembangkan untuk meningkatkan kreativitas dan literasi digital generasi muda.
Hal inilah yang diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemberdayaan Siswa melalui Pembelajaran Sastra Lokal Berbasis Artificial Intelligence sebagai Upaya Pelestarian Budaya Daerah” di UPT SMP Negeri 20 Sinjai, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Tim Pengusul, Abd. Rasak, S.Pd., M.Pd., bersama anggota tim, Nur Akbar, S.I.Kom., M.I.Kom. Program tersebut menghadirkan pendekatan pembelajaran inovatif dengan mengintegrasikan sastra lokal dan teknologi kecerdasan buatan.

Melalui kegiatan ini, para siswa mendapatkan pengalaman langsung dalam memanfaatkan teknologi AI untuk mengembangkan ide cerita, menyusun narasi, hingga menghasilkan karya berupa buku komik digital yang mengangkat unsur sastra dan budaya lokal. Karya komik tersebut merupakan hasil proses kreatif siswa melalui pendampingan tim pengabdian.
Ketua Tim Pengusul, Abd. Rasak, mengatakan bahwa perkembangan teknologi AI seharusnya menjadi peluang bagi dunia pendidikan untuk melahirkan generasi yang kreatif, inovatif, dan tetap memiliki kepedulian terhadap budaya daerah.
“Kami ingin memperkenalkan kepada siswa bahwa teknologi Artificial Intelligence bukan hanya sekadar alat untuk mencari informasi atau hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan karya kreatif. Melalui pembelajaran ini, siswa kami dorong untuk mengenal, mengembangkan, dan melestarikan sastra lokal dengan cara yang lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman,” ungkap Abd. Rasak.
Menurutnya, pengintegrasian teknologi AI dalam pembelajaran sastra lokal diharapkan dapat menjembatani kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah dengan kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi digital.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, tim PKM juga menyerahkan buku-buku komik hasil karya siswa sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan partisipasi mereka dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, tim pengusul turut menyerahkan sebanyak 24 mushaf Al-Qur’an kepada pihak sekolah.
Penyerahan 24 Al-Qur’an tersebut merupakan bentuk kepedulian tim terhadap penguatan literasi keagamaan di lingkungan sekolah. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang aktivitas keagamaan siswa sekaligus menumbuhkan semangat membaca dan memahami Al-Qur’an.
“Kami berharap kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan baru dalam pemanfaatan teknologi AI, tetapi juga meninggalkan manfaat yang berkelanjutan bagi sekolah. Kami ingin kreativitas digital berjalan beriringan dengan penguatan karakter, nilai keagamaan, dan kecintaan terhadap budaya lokal,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung transformasi pendidikan melalui inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Lebih dari itu, program ini menegaskan bahwa kemajuan teknologi dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian budaya dan penguatan nilai-nilai karakter generasi muda.
Melalui program PKM ini, UPT SMP Negeri 20 Sinjai diharapkan dapat terus mengembangkan pembelajaran kreatif yang memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana edukasi, sekaligus menjadikan sastra lokal sebagai bagian penting dari identitas budaya yang perlu diwariskan kepada generasi mendatang.(rls/red).















