banner 728x90

Anggota Komisi IV DPR Fraksi PKS Andi Akmal Buka Suara Terkait Rp14 Triliun Pupuk di Kementan

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Dapil Sulsel II, Andi Akmal Pasluddin (AAP) hadir di lokasi kegiatan kunjungan kerja Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Senin (15 Januari 2024). (ist)
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Dapil Sulsel II, Andi Akmal Pasluddin (AAP) hadir di lokasi kegiatan kunjungan kerja Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Senin (15 Januari 2024).

Kehadiran Andi Akmal di lokasi Kunker Mentan RI untuk menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran sebagai Anggota DPR RI.

banner 728x90

Apalagi dikatakan Andi Akmal Pasluddin kegiatan ini menggunakan anggaran kementerian.

Meski begitu, kata Andi Akmal, dia mendorong agar dilakukan percepatan penanaman.

“Kalau untuk rakyat tentu kita dukung,” sebut Andi Akmal Pasluddin.

Mengenai tambahan alokasi anggaran untuk pupuk, sebut Andi Akmal, Komisi IV DPR RI sudah lama menyuarakan. Lantaran kuota yang tersedia dinilai masih kurang.

“Selama 5 tahun terakhir ini anggaran Pupuk berkurang senilai Rp10 triliun. Jadi tambahan Rp14 triliun itu hanya menambah Rp4 triliun,” sebut Andi Akmal Pasluddin.

Meskipun demikian, Andi Akmal memberikan dukungan kepada pemerintah dengan tambahan alokasi anggaran untuk pupuk.

“Kita dukung ada penambahan karena untuk rakyat,” ucap wakil rakyat yang getol menyuarakan aspirasi masyarakat, khususnya petani, nelayan, pekebun, dan lain sebagainya.

Seperti yang diketahui, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menargetkan Indonesia swasembada pangan.

Alokasi anggaran Rp14 triliun yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan fokus dipakai dalam penyediaan pupuk.

Hal itu ditegaskan Mentan Andi Amran saat melakukan kunjungan kerja di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (15 Januari 2024).

Bukan sekadar membenahi ketersediaan pupuk, Mentan Andi Amran juga memberikan atensi perbaikan mengenai distribusi pupuk.

Kesulitan petani dalam memperoleh pupuk, kata Mentan Andi Amran karena harus menggunakan kartu tani, langsung direspons cepat.

“Kita ubah, sudah bisa gunakan KTP (untuk mendapatkan pupuk, red),” tegas Mentan Andi Amran.

Polemik lainnya yang dirasakan petani, disampaikan Mentan Andi Amran mengenai ketersediaan solar.

Olehnya itu, Mentan Andi Amran berharap peran aparat kepolisian dan TNI dalam memantau distribusi solar.

Tidak sampai di situ, Mentan Andi Amran berharap untuk memajukan sektor pertanian di Indonesia maka seluruh stakeholder harus bersatu. (ono/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *