BONE, NALARMEDIA — Solidaritas Advokat/Pengacara se Kabupaten Bone menyoroti kinerja Polres Bone dalam mengungkap kasus penembakan yang menewaskan pengacara, Rudy S. Gani.
Koordinator Solidaritas Advokat/Pengacara se Kabupaten Bone, Jisman mengungkapkan, sudah satu bulan kasus penembakan yang menewaskan pengacara, Rudy S. Gani bergulir, namun belum ada pelaku yang diamankan.
“Lamban Polres Bone. Seharusnya sudah ada petunjuk yang mengarah ke seseorang,” sebut Jisman, Ahad (2 Februari 2025).
Kata Jisman, Solidaritas Advokat/Pengacara se Kabupaten Bone terus melakukan komunikasi dengan istri almarhum untuk mengawal kasus ini agar terungkap.
“Mengapa belum terungkap? Apa sebenarnya kendalanya kepolisian,” ujar Jisman.
Sudah sebulan kasus penembakan maut ini bergulir, polisi belum berhasil mengungkap pelaku di balik kasus ini.
Polisi kesusahan mengungkap pelaku kasus penembakan maut terhadap pengacara Rudy S Gani.
Kejadian nahas penembakan maut pengacara Rudy terjadi di Dusun Limpoe, Desa Pattukku Limpoe, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Selasa (31 Desember 2024) sekitar pukul 21.50 Wita.
Dari hasil pemeriksaan di Puskesmas Lappariaja, beberapa waktu lalu, ditemukan luka tembak pada bagian wajah, tepatnya di bawah mata sebelah kanan.
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rudianto Lallo menegaskan, polisi tidak boleh lamban mengungkap kasus penembakan maut terhadap pengacara di Bone.
“Kalau sudah ada bukti mengarah ke seseorang, secepatnya diungkap ke publik pelakunya,” kata Rudianto, kepada Nalarmedia.id, Kamis (30 Januari 2025).
Rudianto menegaskan agar polisi segera menangkap siapa pun yang terlibat.
“Apalagi penyidik sudah menggali, mendengarkan keterangan saksi-saksi, mengumpulkan barang bukti. Tinggal keberanian polisi mengungkap pelaku kasus tersebut,” ujar Rudianto Lallo.
Adapun Paur Humas Polres Bone, Iptu Rayendra Muhtar SH menjelaskan, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan intensif.
“Saat ini, proses lidik sidik masih terus berjalan, personel gabungan Polres Bone dan Tim Polda Sulsel masih di seputaran lokasi kejadian untuk maksimalkan upaya untuk ungkap kasus tersebut,” ungkap Iptu Rayendra, kepada Nalarmedia.id, Kamis (30 Januari 2025).
Iptu Rayendra menjelaskan, sudah ada 58 saksi yang telah diambil keterangan dan masih dalam pendalaman atas kasus tersebut.
“Kami terus mengembangkan penyelidikan dengan mengumpulkan berbagai bukti dan informasi,” sebutnya.
Iptu Rayendra meminta dukungan dan kesabaran masyarakat, serta mengharapkan partisipasi publik untuk memberikan informasi yang dapat membantu pengungkapan kasus ini. (red)