banner 728x90

Pejuang Pendidikan Bone Wafat

Andi Pamelleri Patimbangi Petta Rani meninggal dunia, Rabu (5 Maret 2025). (ist)
banner 325x300

Inna lillahi wa inna ilaehi Rajiun. Seorang pahlawan, guru pinandita dan pejuang pendidikan di Bone wafat, hari ini, 5 Maret 2025.

ALMARHUM adalah kakak, suami dari sepupuku Andi Asirah Pallampa, kami adik-adiknya memanggil beliau dengan Puang Melle, lengkapnya Andi Pamelleri Patimbangi Petta Rani.

banner 728x90

Pertengahan Februari dan awal Maret 2025, aku bersama keluarga menjenguk beliau di rumahnya di Apala.

Puang Melle sudah terbaring lemah namun masih bisa mengenal saat aku perkenalkan diri. Adiknya, yang 10 tahun terakhir dibela dan diperjuangkan dalam 2 kontestasi Pemilu.

Pada saat kampanye Pemilu 2024, Puang Melle dengan inisiatif sendiri memesan dan memasang baliho, lengkap dengan pakaian seragam pelaut, laiknya seorang laksamana.

Hal yang unik dalam baliho itu adalah tulisan besar : “Pilih Adikku Amure”

Sebelum wafat, almarhum tergolong keluarga kami yang tertua saat ini.

Kami mengunjungi beliau di Bolli, di kebunnya yang luas. Ada rumah kebun yang beliau sebut istana Bolli.

Kini pahlawan pendidikan itu pergi dengan amal berkelanjutan, mewariskan sekolah vokasi yang sangat dibutuhkan oleh generasi muda Bone, yakni Sekolah Pelayaran Bajoe, yang lulusannya langsung bekerja di kapal-kapal niaga.

Bahkan dipesan oleh perusahaan pelayaran sebelum lulus.

Saat Amure proses menerbitkan 6 jilid buku yang dicetak di Yogyakarta yang berjudul “Lontara Bilang Amure”, almarhum menulis endorsmen di sampul buku:

“Pada waktu gerombolan DI/TII mengganas di Sulsel, semua perangkat Pemerintahan Daerah yang dikuasai gerombolan menyingkir ke kota. Termasuk Kepala Distrik Ponre dan kepala desanya se-Kabupaten Bone.

Kepala Distrik Ponre waktu itu adalah Andi Maddanra Petta Lolo. Di masa darurat itu Petta Lolo mengangkat 2 orang iparnya, yaitu Andi Pammana Petta Punna diangkat jadi Kepala Desa Lonrong, dan Kiai Andi Muhammad Ramly Petta Manangkasi ditetapkan Kepala Desa Bolli”

Almarhum melanjutkan narrasinya:

“Ini luar biasa, ternyata kepala desa itu puluhan tahun kemudian punya seorang putera yang menjadi Komisaris Petro Kimia Gresik, Komisaris Bulog Pusat dan Anggota DPR RI tiga periode, sekaligus salah seorang Pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)”

Semoga Puang Melle, lempang jalan menemui Rabb sembahannya, Allah Subehanahu Wataala. Dan ananda Andi Mantra Bumi sabar tawakkal melanjutkan perjuangan almarhum. Aamiin. (Andi Muawiyah Ramly — Anggota DPR RI Fraksi PKB/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *