banner 728x90

Taufan Pawe Kumpul Ketua Golkar Bone dan Sidrap di Madinah, Ini yang Dibahas

Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Taufan Pawe bertemu dengan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Sidrap yang juga Anggota DPRD Sulsel Fraksi Golkar, Haji Zulkifli Zain (Haji Pilli), dan Ketua DPD II Partai Golkar Bone yang juga Bupati Bone 2013-2023, Haji Andi Fahsar M. Padjalangi di salah hotel di dekat Masjid Nabawi, Madinah. (ist)
banner 325x300

MADINAH, NALARMEDIA — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Taufan Pawe melaksanakan Ibadah Umrah bersama keluarga sejak beberapa waktu, serta melangsungkan salat iednya di Masjid Nabawi Madinah.

Taufan Pawe terlihat bersilaturahmi bersama dengan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Sidrap yang juga Anggota DPRD Sulsel Fraksi Golkar, Haji Zulkifli Zain (Haji Pilli), dan Ketua DPD II Partai Golkar Bone yang juga Bupati Bone 2013-2023, Haji Andi Fahsar M. Padjalangi di salah hotel di dekat Masjid Nabawi, Madinah.

banner 728x90

Momen ini diabadikan oleh salah satu pengurus DPD I Golkar Sulsel, Hj Asmara Cawidu.

Terlihat ikut mendampingi, Andi Izman Padjalangi, Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel Fraksi Partai Golkar, dan Muhammad Ilhamsyah Taufan Anggota DPRD Kota Parepare Fraksi Partai Golkar.

“Masyaa Allah, tabarakallah. Alhamdulillah, di Madinah pun silaturahmi tetap terjaga,” tutur Asmara Cawidu sewaktu memposting pertemuan tersebut.

Pertemuan tersebut disinyalir terus memberikan penguatan kepada Taufan Pawe menjelang perhelatan Musda Golkar Sulsel yang akan diselenggarakan tahun ini.

Sebelumnya, dukungan dan pembelaan juga diberikan oleh Ketua Golkar Bulukumba, Nirwan Arifuddin, dan Ketua Golkar Wajo yang juga sebagai Wakil Bupati Wajo, dr Baso Rahmanuddin.

Nirwan berpendapat penting untuk menilai kinerja berdasarkan data, bukan sekadar asumsi.

“Faktanya, di bawah kepemimpinan Pak Taufan Pawe, Golkar Sulsel justru naik dari 13 menjadi 14 kursi di DPRD Sulsel. Ini bukan tanda kemunduran, melainkan bukti bahwa Golkar masih kuat,” tegas Nirwan.

Menurut Nirwan, hilangnya posisi Ketua DPRD Sulsel bukan semata-mata karena kelemahan Golkar.

Melainkan karena partai lain terutama NasDem berhasil menguasai dapil strategis.

“NasDem menang besar di Dapil IX (Enrekang, Sidrap, Pinrang), yang merupakan basis Ketua NasDem Sulsel, Rusdi Masse. Mereka mengamankan lima kursi DPRD Sulsel, sehingga posisi Ketua DPRD lepas dari Golkar. Ini bukan kesalahan Taufan Pawe, tapi dinamika politik,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Golkar Sulsel tetap solid dan masih menjadi kekuatan besar di perpolitikan Sulsel.

“Kalau dikatakan Golkar terpuruk, lalu bagaimana dengan tambahan kursi di DPRD? Itu jelas membuktikan bahwa Golkar tetap bertumbuh. Jadi mari berbicara dengan data, bukan sekadar opini,” kata Nirwan.

Tak hanya Nirwan, Ketua Golkar Wajo, Baso Rahmanuddin turut membela kepemimpinan Taufan Pawe di Golkar Sulsel.

Menurutnya, kepemimpinan dan manajemen kepengurusan partai di bawah Taufan Pawe berjalan dengan baik.

“Saya kira dari sisi kepemimpinan dan manajemen kepengurusan, Golkar Sulsel cukup bagus,” kata Baso.

“Jika kita berbicara ukuran keberhasilan dari aspek pemenangan Pemilu dan Pilpres, tentu itu menjadi faktor utama dalam menilai kepemimpinan partai,” tambahnya.

Wakil Bupati Wajo itu pun menegaskan, lepasnya kursi Ketua DPRD Sulsel tidak bisa dijadikan sebagai tolok ukur kegagalan kepemimpinan di Golkar Sulsel.

Menurutnya, meskipun posisi Ketua DPRD Sulsel berpindah ke partai lain, Golkar justru berhasil menambah perolehan kursi di legislatif.

“Secara pribadi, saya menilai Taufan Pawe cukup berhasil dalam memimpin Golkar Sulsel,” tandasnya.

Tautan Pawe juga sebelumnya telah menyatakan sikap akan maju sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel jika mendapatkan restu dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

“Kami tunggu arahan dan keputusan Ketum, jika beliau memberikan restu Kami siap maju, apalagi saat ini sejumlah DPD II telah memberikan dukungan dan dorongan untuk kembali memimpin Partai Golkar Sulsel ini,” tegasnya.

“Kalau ada yang punya keinginan untuk maju (silakan), biarlah proses itu berjalan dengan sendirinya,” kata Taufan.

Taufan Pawe mengindikasikan bahwa Golkar Sulsel mengedepankan prinsip demokrasi dalam memilih pemimpin baru.

“Semuanya tergantung pada pemilik suara. Jadi, tanyakan saja langsung kepada mereka,” tambah Taufan.

Terkait pertemuan dengan sejumlah Pimpinan DPD II Partai Golkar se Sulsel, Taufan Pawe mengaku kalau pertemuan tersebut sebatas silaturahmi dan berdiskusi bersama dalam menyiapkan Partai Golkar Sulsel menghadapi seluruh kontestasi politik dimasa mendatang.

“Hanya silaturahmi biasa, ini momentum Ramadhan dan Idulfitri, kami bahas bagaimana Golkar hari ini dan masa mendatang,” tutupnya. (rls/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *