Inovasi BPJS Kesehatan Antar Manfaat JKN hingga Pelosok di Bone

Program JKN memberikan manfaat besar bagi masyarakat hingga pelosok daerah.
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA – BPJS Kesehatan terus berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Melalui berbagai inovasi, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah memberikan perlindungan kesehatan yang manfaatnya dirasakan hingga pelosok daerah.

Salah satu buktinya datang dari pengalaman Anisa Bahar (34), admin sekaligus penanggung jawab JKN di Puskesmas Ulaweng.

Wanita yang akrab disapa Nisa ini menyampaikan bahwa Program JKN memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Keberadaan program ini, menurutnya, memastikan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan menjadi lebih terjamin, baik dari sisi ketersediaan fasilitas maupun kepastian biaya.

“Program JKN sangat membantu masyarakat. Selama saya bekerja di puskesmas, saya melihat sendiri bagaimana pasien terbantu. Pelayanan berjalan lancar dan masyarakat tidak terbebani biaya,” ujar Nisa.

Nisa juga menyoroti dinamika status Kabupaten Bone yang kini sudah tidak lagi termasuk Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.

Namun, ia menegaskan kondisi itu tidak mengurangi komitmen tenaga kesehatan di lapangan dalam memberikan layanan terbaik.

“Meski Kabupaten Bone tidak lagi berstatus UHC Prioritas, semangat kami tetap sama. Kami memastikan masyarakat memperoleh haknya mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar,” tegasnya.

Selain mengapresiasi Program JKN, Nisa juga menilai inovasi Aplikasi Rekonsiliasi Iuran Pemda (ARIP) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan sangat membantu puskesmas.

Menurutnya, selama ini kendala utama yang dihadapi adalah perbedaan data yang menyebabkan keterlambatan pembayaran iuran.

“Adanya ARIP betul-betul membantu. Sebelumnya kami kesulitan melakukan pembayaran iuran karena data tidak sesuai. Dengan aplikasi ini, semua lebih jelas. Aturan perhitungan iuran juga menjadi transparan, khususnya untuk iuran yang dipotong dari tunjangan jasa medis di fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Nisa bahkan menyebut ARIP sebagai salah satu inovasi terbaik yang pernah diberikan BPJS Kesehatan.

Ia menilai aplikasi ini tidak hanya memudahkan secara teknis, tetapi juga menunjukkan komitmen BPJS Kesehatan dalam mendukung keberlangsungan Program JKN.

“ARIP adalah solusi luar biasa. Inovasi seperti ini membuat kami semakin terbantu dalam menjalankan kewajiban iuran Pemda. Harapan saya, BPJS Kesehatan terus menghadirkan inovasi lain yang semakin memudahkan fasilitas kesehatan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nisa menyinggung proses penyelarasan data Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang sempat dilakukan pemerintah beberapa waktu lalu. Ia mengakui bahwa penyelarasan tersebut menyebabkan sebagian peserta berstatus tidak aktif, namun pelayanan tetap berjalan karena ada mekanisme reaktivasi yang cepat.

“Penyelarasan data PBI sempat membuat beberapa peserta nonaktif, tapi solusinya sudah disiapkan. Pasien tetap mendapatkan pelayanan, dan kami di Puskesmas tidak menemukan kendala berarti. Artinya, sistem sudah berjalan baik,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, Nisa menilai Program JKN telah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia berharap kesinambungan program tetap terjaga agar manfaatnya semakin luas.

Senada dengan itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Watampone, Indira Azis Rumalutur, menegaskan pihaknya terus mendukung keberlangsungan Program JKN melalui berbagai langkah strategis. Salah satunya dengan menghadirkan inovasi layanan digital seperti ARIP yang memudahkan pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan melakukan rekonsiliasi iuran.

“BPJS Kesehatan berkomitmen menghadirkan inovasi yang mempermudah masyarakat dan fasilitas kesehatan. Sosialisasi ARIP adalah salah satu wujud dukungan agar tidak ada kendala dalam pembayaran iuran yang menjadi kewajiban pemerintah daerah,” kata Indira.

Indira menambahkan, keberhasilan Program JKN tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, baik tenaga kesehatan maupun pemerintah daerah.

“Keberhasilan JKN adalah hasil kerja bersama. Kami mengajak fasilitas kesehatan terus menjaga kualitas layanan agar manfaat program ini semakin dirasakan masyarakat,” tutupnya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *