BONE, NALARMEDIA — Satu per satu investor melirik Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan untuk berinvestasi.
Terbaru, investor PT AAS Gemilang Mandiri bakal membangun pelabuhan dengan nilai investasi mencapai Rp1,7 triliun di daerah berjuluk Bumi Arung Palakka.
Pemerintah Kabupaten Bone menyambut positif rencana investor yang akan membangun pelabuhan.
Dukungan Pemkab Bone ditunjukkan dengan mematangkan rencana pembangunan pelabuhan di Kecamatan Tonra, Jumat (23 Januari 2026).
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman bersama Dandim 1407/Bone Letkol Inf. La Ode Muhammad Idrus, serta jajaran kepala OPD, camat, dan kepala desa terjun langsung mengecek kesiapan lokasi yang akan menjadi pusat aktivitas logistik baru di wilayah pesisir tersebut.
Ada dua titik yang dikunjungi, yakni Desa Gareccing dan Desa Bone Pute.
Di Gareccing, rombongan Bupati Andi Asman mengecek kondisi ruas jalan yang direncanakan sebagai jalur utama menuju area pelabuhan.
Setelah itu, Bupati Andi Asman bersama rombongan melanjutkan peninjauan ke Desa Bone Pute yang diproyeksikan sebagai lokasi inti Pelabuhan Peti Kemas.
Bupati Andi Asman mengungkapkan, penentuan akses jalan menjadi tahapan awal yang sangat menentukan kelancaran pembangunan ke depan.
“Hari ini, kita fokus pada penetapan jalur. Investasi yang masuk sangat besar, mencapai Rp1,7 triliun. Aksesnya sudah cukup baik, dan bila proyek ini berjalan, ribuan lapangan kerja akan tercipta,” ungkap Bupati Andi Asman.
Ia juga menegaskan pentingnya menyiapkan tenaga kerja lokal agar siap bersaing.
Pemerintah daerah, kata dia, akan segera mendorong pelatihan-pelatihan teknis, khususnya bagi calon operator dan tenaga pendukung pelabuhan.
“Kita ingin masyarakat Bone menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Mereka harus dibekali keterampilan dan keahlian agar peluang ini bisa dimanfaatkan secara maksimal,” sebut Bupati Andi Asman.
Lebih jauh, Bupati Andi Asman melihat pelabuhan peti kemas Tonra sebagai penggerak ekonomi kawasan timur Bone.
Selain menyerap tenaga kerja, kehadiran pelabuhan menjadi roda penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Tonra, Salomekko, hingga Mare yang lokasinya berdekatan.
“Arus distribusi barang dan jasa akan lebih efisien. Produk-produk hasil bumi bisa langsung terkirim dari sini sehingga daya saing daerah meningkat,” jelasnya.
Ia menambahkan, kawasan pelabuhan berpotensi tumbuh menjadi sentra industri baru. Aktivitas produksi, pengolahan, hingga pengiriman komoditas dapat terpusat di Tonra dan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Ini bukan hanya soal pelabuhan, tetapi juga tentang masa depan industri Bone. Kalau ini terwujud, akan menjadi tonggak sejarah pembangunan daerah,” paparnya. (red)















