Bupati Andi Utta Ungkap Kepedulian Anggota DPR AIA Saat Penyerahan 517 Unit Infrastruktur Sanitasi di Bulukumba 

Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf atau yang akrab disapa Andi Utta menghadiri serah terima program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Sanitasi Masyarakat (Sanimas) Kabupaten Bulukumba tahun anggaran 2025 di Ballroom Kahayya, Lantai 4 Gedung Pinisi Bulukumba, Senin, 26 Januari 2026. (ist)
banner 325x300

BULUKUMBA, NALARMEDIA — Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf atau yang akrab disapa Andi Utta menghadiri serah terima program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Sanitasi Masyarakat (Sanimas) Kabupaten Bulukumba tahun anggaran 2025 di Ballroom Kahayya, Lantai 4 Gedung Pinisi Bulukumba, Senin, 26 Januari 2026.

Program IBM Sanimas tahun 2025 di Kabupaten Bulukumba bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang melekat di Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Cipta Karya.

Adapun pelaksanannya secara teknis oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba melalui Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan pada Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida).

Serah terima program IBM Sanimas ini, dihadiri langsung oleh Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Sulsel, Baskoro Elmiawan.

Selain itu, juga hadir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba, Syahruni Haris, Kepala Bapperida Kabupaten Bulukumba, Andi Irma Darmayanti, beberapa Pejabat Eselon II lingkup Pemkab Bulukumba, Camat, Kepala Desa lokasi penerima IBM Sanimas 2025, serta tamu undangan lainnya.

Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Kabupaten Bulukumba, Dwi Puspita Sari melaporkan bahwasanya program Sanimas ini bertujuan untuk pemenuhan akses sanitasi dari layak menuju aman dan berkelanjutan.

Program ini juga sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2025-2029, dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bulukumba 2025-2029.

“Dalam RPJMD Kabupaten Bulukumba terdapat pada visi keempat, yaitu meningkatkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, pengembangan wilayah terencana dan berketahanan iklim,” ujar Dwi Puspita Sari.

Ia menyatakan, program Sanimas ini menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama sekaligus sebagai penanggung jawab pelaksanaan kegiatan, yang didukung oleh pengelola baik di tingkat pusat, daerah, serta tenaga pendamping.

Dengan demikian, lanjut Dwi Puspita Sari, maka diperlukan kerja keras dan kolaborasi semua pihak agar dapat mewujudkan kondisi pemenuhan akses sanitasi yang layak dan aman di Kabupaten Bulukumba.

“Program Sanimas tahun 2025 ini bersumber dari APBN, terdapat 19 lokasi kegiatan dengan total anggaran Rp7,6 Miliar, dan masing-masing desa mendapatkan anggaran Rp400 Juta,” jelasnya.

Dwi mengatakan, bahwasanya dengan anggaran Rp400 juta tersebut, maka setiap desa lokasi penerima manfaat dapat memenuhi pembangunan 27 unit prasarana sanitasi.

“Kecuali untuk desa Padangloang, Tamatto, Balleanging dan Bonto Bangun, pembangunan prasarana sanitasi berjumlah 28 unit. Jadi total keseluruhan yang ada di Kabupaten Bulukumba sebanyak 517 unit,” terangnya.

Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Sulsel, Baskoro Elmiawan menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar memiliki peran penting dalam memperkuat fondasi ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Kata dia, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya telah merumuskan peningkatan infrastruktur dasar yang komprehensif, inklusif dan berkelanjutan.

“Salah satu strategi yang dilakukan adalah melalui pembangunan infrastruktur dasar berbasis masyarakat atau IBM,” ungkap Baskoro Elmiawan.

Ia menegakan untuk pelaksanaan kegiatan Sanimas di Bulukumba tahun 2025, tentu saja tidak hanya dilaksanakan oleh pihak Balai semata. Sebab itu memerlukan kolaborasi aktif dan komitmen berbagai pihak, baik dari dinas terkait di Kabupaten/Kota, pendamping di tingkat provinsi sampai desa/kelurahan, serta pelibatan aktif agar kegiatan ini dapat berjalan maksimal.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerjasama dalam mendukung kegiatan Sanimas tahun 2025,” kata Baskoro.

Sementara itu, Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf mengawali sambutannya dengan memaparkan potensi Bulukumba yang luar biasa. Ia mengajak semua elemen untuk melawan kemiskinan dengan cara memanfaatkan potensi yang dimiliki secara maksimal.

“Kita malu kalau miskin. Soal nasib, no. Keliru itu. Yang ada kalau orang malas. Tanah Bulukumba ini luas dengan lahan yang subur,” ujar Bupati yang lebih akrab disapa Andi Utta.

Lebih lanjut, Andi Utta menantang para kepala desa untuk menjadi petarung. Sebab, kata dia, pemimpin harus bertarung agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

“Kepala desa apa mau terus liat masyarakatnya seperti itu? Apakah ketanahan pangan dikawal dengan baik? Jadi kita ini petarung, bupati juga petarung. Jangan mimpi jadi baik, kalau kita tidak jadi petarung,” jelas Andi Utta.

Dengan program IBM Sanimas ini, Andi Utta menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pimpinan Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras (AIA), Kementerian PU, Dinas terkait, para fasilitator pendamping, kelompok masyarakat penyelenggara (KMP), serta seluruh masyarakat yang telah bekerja keras menyukseskan pembangunan tersebut.

“Bos Gerindra Sulsel sekaligus Wakil Ketua Komisi V DPR RI (Andi Iwan Aras/AIA) sudah banyak memperjuangkan aspirasi masyarakat Bulukumba,” ujarnya.

“Gak mungkin juga saya jadi Bupati Bulukumba kalau bukan Bos Gerindra Sulsel yang minta saya maju di Pilkada. Ruas jalan Bontomanai-Kindang yang sekarang dikerja, juga perjuangannya. Siapa suruh bujuk saya maju jadi Bupati,” sambung Andi Utta. (rls/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *