BONE, NALARMEDIA — Upaya pemerintah dorong serapan gabah/beras terus dilakukan. Salah satu langkah yang dijalankan adalah memperkuat kerja sama antara Bulog dengan pelaku usaha penggilingan padi.
Wakil Bupati (Wabup) Bone, Andi Akmal Pasluddin, menerima audiensi dari Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Kabupaten Bone yang dipimpin langsung oleh Ketua DPC Perpadi Kabupaten Bone, Amir dan Bulog Watampone.
Audiensi tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kerja Wakil Bupati Bone, Kamis (12 Februari 2026).
Adapun agenda utama membahas masuknya pembeli gabah dari luar Kabupaten Bone yang berpotensi memengaruhi stabilitas dan menyebabkan anjloknya harga jual gabah di tingkat petani.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Perkumpulan Penggilingan Padi Dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Amir menyampaikan kekhawatiran para pelaku usaha penggilingan padi dan pengusaha beras terhadap dinamika pasar yang terjadi belakangan ini.
Masuknya pembeli dari luar daerah dinilai dapat menciptakan persaingan yang kurang sehat dan berdampak pada fluktuasi harga yang merugikan petani lokal maupun pelaku usaha setempat.
Pimpinan Bulog Bone Andi Iskandar mengatakan, peningkatan serapan beras Bulog menjadi prioritas yang terus dikerjakan. Mengingat, hal tersebut merupakan kunci untuk ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang disiapkan sebagai instrument pengendalian harga dan antisipasi kondisi kedaruratan.
“Bapak Presiden menekankan agar semua pihak bersama-sama menjaga harga beras agar stabil, karena beras ini adalah salah satu komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi,” jelasnya.
Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga gabah serta melindungi kepentingan petani dan pelaku usaha lokal.
Wabup Andi Akmal menegaskan pentingnya koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, serta instansi terkait guna memastikan tata niaga gabah dan beras berjalan dengan baik, transparan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar harga gabah tetap stabil dan tidak merugikan petani maupun pelaku usaha lokal,” ujar Wakil Bupati.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam merumuskan solusi bersama untuk menjaga kestabilan harga gabah serta memperkuat sektor pertanian dan perberasan di Kabupaten Bone sebagai salah satu daerah lumbung pangan di Sulawesi Selatan. (red)















