SINJAI, NALARMEDIA — Pemkab Sinjai berkolaborasi dua institusi pendidikan tinggi ternama di Sulawesi Selatan, yakni Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia Makassar dan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep (Politani Pangkep).
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) yang berlangsung di Gedung Command Center, Rumah Jabatan Bupati Sinjai, pada Jumat (13 Februari 2026).
Kerja sama ini mencakup beberapa poin krusial bagi pembangunan daerah. Bersama Politani Pangkep, fokus utama terletak pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui jalur pendidikan vokasi.
Sementara itu, kolaborasi dengan ITB Nobel Indonesia diarahkan pada implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang fokus pada pengembangan Sumber Daya Alam (SDA) serta penguatan sektor ekonomi dan bisnis di Kabupaten Sinjai.
Penandatanganan tersebut dilakukan langsung Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, bersama pimpinan dari kedua institusi pendidikan tersebut. Prosesi ini turut disaksikan oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kepala Bagian di lingkup Setdakab Sinjai.
Dalam sambutannya, Bupati Ratnawati Arif memberikan apresiasi atas terjalinnya kemitraan ini.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran vital dalam mencetak SDM unggul yang mampu menjawab tantangan zaman.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai, kami menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Kerja sama ini merupakan langkah positif dalam memperkuat sinergi, khususnya di bidang pertanian dan peternakan kepada masyarakat,” ujar Bupati Ratnawati.
Lebih lanjut, Bupati Sinjai menekankan agar kesepakatan ini tidak berhenti pada tahap seremonial belaka.
Ia berharap kolaborasi tersebut segera melahirkan aksi nyata yang menyentuh masyarakat langsung.
“Saya berharap kerja sama ini ditindaklanjuti dengan program konkret, pelaksanaan yang konsisten, dan evaluasi berkesinambungan. Kita ingin dunia akademik memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan ekonomi lokal, serta pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.
Melalui dukungan keahlian teknis dari Politani Pangkep dan manajemen bisnis dari ITB Nobel, Pemkab Sinjai optimis dapat melahirkan riset terapan serta inovasi yang bisa langsung diadopsi oleh para petani dan peternak lokal.
Sinergi ini diharapkan menjadi motor penggerak dalam meningkatkan daya saing daerah secara signifikan di masa depan.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cenderamata sebagai simbol dimulainya kolaborasi berkelanjutan antara pihak kampus dan pemerintah daerah. (rls/red)















