BONE, NALARMEDIA — Kabupaten Bone dipastikan sebagai salah satu daerah penerima Adipura 2026. Kunci suksesnya tidak lepas dari kepemimpinan “tangan besi” pasangan Beramal.
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengundang khusus 45 kepala daerah: 10 gubernur dan 35 wali kota/bupati se-Indonesia.
Bupati Bone merupakan satu dari 35 kepala daerah wali kota/bupati yang diundang khusus untuk hadir pada pemberian Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah.
Gelaran KLH tersebut dilaksanakan di Gedung Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu-Kamis (25-26 Februari 2026).
Penghargaan bergengsi Adipura 2026 bagi Kabupaten Bone begitu istimewa. Pasalnya, 27 kecamatan di Bumi Arung Palakka masuk dalam penilaian. Berbeda dengan penilaian sebelumnya yang hanya diwakili lima kecamatan.
Capaian Adipura untuk Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman bersama Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin menjadi bukti atas dedikasi kerja nyata yang ditunjukkan pasangan Beramal dalam setahun pertama mengemban amanah.
Adipura Setiap Hari
Dalam pidato perdana sebagai Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman menekankan pada jajaran Pemkab Bone maupun seluruh elemen di Kabupaten Bone agar “ber-Adipura” setiap hari.
Orang nomor satu di Bumi Arung Palakka tersebut menekankan, urusan kebersihan adalah hal yang wajib demi lingkungan dan hidup sehat.
Bupati Andi Asman Sulaiman (BupAAS) turun langsung ke lapangan untuk membersihkan. Baik kebersihan di darat maupun drainase.
Randis Angkut Sampah
Pada setiap aksi bersih-bersih, BupAAS turun langsung mengangkat sampah dan membawanya langsung ke tempat penampungan.
Bila kondisi cuaca hujan, tidak menyurutkan semangat BupAAS dalam memantau kebersihan kota. Andi Asman tetap terjun ke lapangan.
Bahkan, kendaraan dinas (Randis) yang dikendarainya juga dimanfaatkan untuk mengangkut sampah.
Identik Kebersihan
Sosok Andi Asman Sulaiman memang dikenal sebagai pribadi yang mencintai kebersihan.
Maka tidak heran, mobil dinas yang dikendarai selalu bersih, demikian halaman rumah jabatan Bupati Bone juga selalu kinclong.
Dalam suatu kesempatan, BupAAS mengeluarkan candaan tentang kebersihan.
“Bila tidak bersih alias kotor, seperti ada yang mengganggu, dimanapun dan kapanpun,” ucapnya.
Figur tegas dalam hal kebersihan, BupAAS terinspirasi dari sosok sang ayah.
Mimpi Adipura Paripurna
Sebagai Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman tidak neko-neko soal kebersihan lingkungan.
Makanya, kata BupAAS kebersihan diwujudkan bukan karena mau atau akan dilakukan penilaian. Melainkan kebersihan adalah budaya yang harus diterapkan.
“Targetnya, Adipura Paripurna atau secara menyeluruh. Tidak berhenti disini saja, tetapi kebersihan harus jadi budaya,” tegas BupAAS, Sabtu (21 Februari 2026).
BupAAS menyampaikan terima kasih partisipasi respons masyarakat dan seluruh pihak utamanya BUMN atas dukungan anggaran melalui CSR.
Tantangan Berat
Penilaian Adipura kian berat. Hal ini diakui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone, Dray Vibrianto.
“Sistem penilaian tahun ini 27 kecamatan masuk dalam indikator penilaian, berbeda tahun-tahun sebelumnya yang hanya 5 kecamatan kota yang dinilai jadi tantangannya lebih berat,” ungkap Dray. (red)















