Metode Penilaian Adipura 27 Kecamatan dari 372 Desa dan Kelurahan, Bone tetap Juara

BupAAS Gelorakan ber-Adipura Setiap Hari

banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Keberhasilan Pemkab Bone di bawah kepemimpinan Bupati Andi Asman Sulaiman (BupAAS) bersama Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin meraih Penghargaan Adipura 2026, terbilang istimewa.

Pasalnya, metode penilaian Adipura terbaru mencakup 27 Kecamatan dari 372 Desa dan Kelurahan di Kabupaten Bone.

Berbeda dengan metode penilaian Adipura sebelumnya yang hanya mewakili sejumlah kecamatan di Kabupaten Bone.

Sejak dilantik Presiden RI, Prabowo Subianto, pasangan Beramal, yakni BupAAS bersama Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin langsung tancap gas.

Dalam pidato perdana, BupAAS langsung menekankan pentingnya kebersihan dan itu tidak sekadar lewat slogan semata “Bone Bersih”.

BupAAS turun langsung mengawal program kebersihan di Bumi Arung Palakka, Kabupaten Bone. Tidak sekadar memberi instruksi, BupAAS langsung memberi bukti.

Bukan sulit untuk merealisasikan, tetapi besarnya komitmen yang dipegang teguh pada diri dan tegas pada pendirian menjadikan BupAAS tidak menawar soal kebersihan.

BupAAS ikut membersihkan dan mombopong sampah ke tempat pengumpulan. Aksi tersebut bukan satu, dua, tiga kali saja. Namun, selalu. Sejalan dengan “Taro Ada Taro Gau”.

BupAAS memberikan aksi nyata pentingnya kebersihan. Bukan karena penilaian, targetnya kebersihan adalah jadi budaya. Sebagaimana kebersihan sebagian dari iman.

Apresiasi Adipura 

Kabupaten Bone dipastikan sebagai salah satu daerah penerima Adipura 2026. Kunci suksesnya tidak lepas dari kepemimpinan “tangan besi” pasangan Beramal.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengundang khusus 45 kepala daerah: 10 gubernur dan 35 wali kota/bupati se-Indonesia.

Bupati Bone merupakan satu dari 35 kepala daerah wali kota/bupati yang diundang khusus untuk hadir pada pemberian Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah.

Gelaran KLH tersebut dilaksanakan di Gedung Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu-Kamis (25-26 Februari 2026).

Penghargaan bergengsi Adipura 2026 bagi Kabupaten Bone begitu istimewa. Pasalnya, 27 kecamatan di Bumi Arung Palakka masuk dalam penilaian. Berbeda dengan penilaian sebelumnya yang hanya diwakili lima kecamatan.

Capaian Adipura untuk Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman bersama Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin menjadi bukti atas dedikasi kerja nyata yang ditunjukkan pasangan Beramal dalam setahun pertama mengemban amanah.

Adipura Setiap Hari

Dalam pidato perdana sebagai Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman menekankan pada jajaran Pemkab Bone maupun seluruh elemen di Kabupaten Bone agar “ber-Adipura” setiap hari.

Orang nomor satu di Bumi Arung Palakka tersebut menekankan, urusan kebersihan adalah hal yang wajib demi lingkungan dan hidup sehat.

Bupati Andi Asman Sulaiman (BupAAS) turun langsung ke lapangan untuk membersihkan. Baik kebersihan di darat maupun drainase.

Randis Angkut Sampah

Pada setiap aksi bersih-bersih, BupAAS turun langsung mengangkat sampah dan membawanya langsung ke tempat penampungan.

Bila kondisi cuaca hujan, tidak menyurutkan semangat BupAAS dalam memantau kebersihan kota. Andi Asman tetap terjun ke lapangan.

Bahkan, kendaraan dinas (Randis) yang dikendarainya juga dimanfaatkan untuk mengangkut sampah.

Identik Kebersihan

Sosok Andi Asman Sulaiman memang dikenal sebagai pribadi yang mencintai kebersihan.

Maka tidak heran, mobil dinas yang dikendarai selalu bersih, demikian halaman rumah jabatan Bupati Bone juga selalu kinclong.

Dalam suatu kesempatan, BupAAS mengeluarkan candaan tentang kebersihan.

“Bila tidak bersih alias kotor, seperti ada yang mengganggu, dimanapun dan kapanpun,” ucapnya.

Figur tegas dalam hal kebersihan, BupAAS terinspirasi dari sosok sang ayah.

Mimpi Adipura Paripurna

Sebagai Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman tidak neko-neko soal kebersihan lingkungan.

Makanya, kata BupAAS kebersihan diwujudkan bukan karena mau atau akan dilakukan penilaian. Melainkan kebersihan adalah budaya yang harus diterapkan.

“Targetnya, Adipura Paripurna atau secara menyeluruh. Tidak berhenti disini saja, tetapi kebersihan harus jadi budaya,” tegas BupAAS, Sabtu (21 Februari 2026).

BupAAS menyampaikan terima kasih partisipasi respons masyarakat dan seluruh pihak utamanya BUMN atas dukungan anggaran melalui CSR.

Tantangan Berat

Penilaian Adipura kian berat. Hal ini diakui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone, Dray Vibrianto.

“Sistem penilaian tahun ini 27 kecamatan masuk dalam indikator penilaian, berbeda tahun-tahun sebelumnya yang hanya 5 kecamatan kota yang dinilai jadi tantangannya lebih berat,” ungkap Dray. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *