Serapan Pupuk Subsidi di Bosowasi Capai 11,7 Persen

Data hingga 8 Maret 2026

Account Executive Perwakilan Pupuk Indonesia, Syarifuddin (kanan) bersama Bank BRI pada sosialisasi Kartu Tani Area Kabupaten Bone, beberapa waktu lalu. (ist)
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Serapan pupuk subsidi pada wilayah Bosowasi meliputi Kabupaten Bone, Kabupaten Soppeng, Kabupaten Wajo, dan Kabupaten Sinjai mencapai 11,7 persen hingga 8 Maret 2026.

Jumlah angka serapan pupuk subsidi tersebut terbilang masih rendah. Mengapa demikian?

Account Executive Perwakilan Pupuk Indonesia, Syarifuddin menjelaskan, pada Maret seharusnya serapan pupuk subsidi sudah bisa mencapai 20 persen sampai 25 persen.

“Rendahnya nilai persentase disebabkan adanya beberapa faktor. Salah satunya adalah faktor cuaca. Dimana banyaknya petani yang gagal panen akibat lambat turun hujan,” ungkap Syarifuddin, Senin (9 Maret 2026).

Syarifuddin melanjutkan, PT Pupuk Indonesia sebagai perusahaan yang ditunjuk oleh Pemerintah dalam pengadaan dan penyaluran pupuk subsidi telah berkomitmen mendukung program pemerintah dalam mencapai swasembada pangan nasional.

“Dibuktikan pada wilayah Bone, Soppeng, Wajo, dan Sinjai, stok di tingkat pengecer sangat mencukupi untuk kebutuhan 1 minggu ke depan,” ungkap Syarifuddin.

Kuota pupuk subsidi wilayah Bone, Soppeng, Wajo, dan Sinjai untuk 2026 sebagai berikut; Urea sebanyak 138.837 ton, NPK sebanyak 132.214 ton.

Lalu, NPK Formula sebanyak 3.358 ton, Organik sebanyak 15.753 ton, dan ZA sebanyak 48 ton.

Total alokasi pupuk subsidi untuk empat wilayah Bosowasi pada 2026 sebanyak 290.410 ton. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *