MAKASSAR, NALARMEDIA — Peran mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) kembali menunjukkan daya saingnya di tingkat nasional melalui capaian Haidil Nur Ilahi, mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan angkatan 2024, yang terpilih sebagai Google Student Ambassador Indonesia 2026.
Hal ini sekaligus menjadi bagian dari official team Google Indonesia.
Ia menjadi satu dari empat perwakilan mahasiswa Unibos dalam program bergengsi tersebut.
Proses seleksi yang diikuti berlangsung secara daring dengan berbagai tahapan yang menuntut kreativitas dan kemampuan komunikasi.
Mulai dari registrasi dan pengumpulan dokumen, hingga Twibbon Challenge, self-recorded interview, serta Gemini Challenge yang menguji pemahaman kandidat terhadap teknologi Google.
“Prosesnya cukup menantang karena harus melalui beberapa tahap seperti pengisian formulir, interview mandiri, hingga challenge berbasis Gemini,” jelas Haidil.
Program Google Student Ambassador Indonesia sendiri merupakan inisiatif dari Google yang melibatkan mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk menjadi perwakilan dalam menyebarkan literasi teknologi di lingkungan kampus.
Dalam perannya, Haidil akan menjadi penghubung antara inovasi teknologi Google dengan mahasiswa.
“Tanggung jawab utama saya adalah menjaga nama baik Google Indonesia sekaligus menjadi jembatan informasi terkait teknologi, khususnya Artificial Intelligence,” ungkapnya.
Motivasi Haidil mengikuti program ini berangkat dari kesadarannya terhadap pentingnya penguasaan teknologi di era modern. Ia menekankan bahwa keberanian untuk keluar dari zona nyaman menjadi kunci utama dalam meraih peluang.
“Sebagai pemuda, kita harus berani melangkah. Bukan dilihat dari mana kita berasal, tetapi ke mana kita akan pergi,” tuturnya. Ia juga membagikan pengalaman unik saat wawancara, di mana strategi berpikir cepat menjadi faktor penting dalam menunjukkan karakter dan potensinya.
Dalam menjalankan perannya sebagai ambassador, Haidil telah menyiapkan program inovatif bertajuk “The Dreamscape Lounge: Bangun Dunia Impianmu” yang menggabungkan konsep santai dengan teknologi AI berbasis Gemini. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman interaktif kepada mahasiswa dalam mengeksplorasi kreativitas melalui teknologi.
“Saya ingin menghadirkan suasana belajar yang santai, interaktif, dan menyenangkan, di mana mahasiswa bisa langsung merasakan manfaat teknologi tanpa kesan kaku,” jelasnya.
Ke depan, ia berharap dapat membawa dampak nyata bagi lingkungan kampus sekaligus memperluas eksistensi Universitas Bosowa di tingkat nasional dan internasional.
“Harapan saya, program ini bisa menjadi jembatan kolaborasi teknologi di kampus dan membawa nama Universitas Bosowa semakin dikenal. Saya juga ingin membuktikan bahwa mahasiswa kita mampu bersaing dan berkontribusi di level global,” tutupnya. (ADV)















