BONE, NALARMEDIA — Semangat kebersamaan kembali terpancar dari masyarakat Desa Uloe, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (10 April 2026).
Di tengah rencana besar pembangunan ulang Masjid Riyadul Muttaqin Appasareng, warga setempat bahu-membahu membangun masjid sementara sebagai tempat ibadah pengganti selama proses pembongkaran dan pembangunan berlangsung.
Sejak pagi hingga sore, warga dari berbagai kalangan tampak antusias terlibat langsung dalam proses pembangunan. Ada yang mengangkut material, mendirikan rangka bangunan, hingga menyiapkan perlengkapan ibadah.
Suasana gotong royong yang hangat mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang masih terjaga di tengah masyarakat.
Kepala Desa Uloe, H. Abdul Rahman Hafid yang akrab disapa Haji Yammang, mengungkapkan bahwa pembangunan masjid sementara ini merupakan inisiatif bersama warga demi memastikan aktivitas ibadah tetap berjalan lancar.
“Masjid ini akan segera dibongkar untuk pembangunan baru, jadi masyarakat sepakat untuk mendirikan masjid sementara. Ini murni gotong royong warga,” ujarnya.
Masjid Riyadul Muttaqin Appasareng sendiri bukan sekadar tempat ibadah biasa. Masjid ini telah berdiri kurang lebih selama 80 tahun dan menjadi saksi perjalanan spiritual serta sosial masyarakat Desa Uloe dari generasi ke generasi.
Salah satu ciri khas yang membuat masjid ini begitu istimewa adalah keberadaan tiang-tiang penyangga yang jumlahnya mencapai sekitar 50 buah.
Struktur tersebut tidak hanya memperkuat bangunan, tetapi juga menjadi simbol kekokohan iman dan persatuan warga yang selama ini terjalin erat.
Pembongkaran masjid lama ini bukan berarti menghapus jejak sejarah, melainkan menjadi langkah awal untuk menghadirkan bangunan yang lebih representatif, aman, dan nyaman bagi jamaah.
Meski demikian, kenangan dan nilai historis yang melekat pada masjid tersebut tetap akan dikenang oleh masyarakat.
Melalui semangat gotong royong ini, warga Desa Uloe kembali membuktikan bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama dalam membangun tidak hanya fisik bangunan, tetapi juga nilai-nilai sosial dan keagamaan yang terus hidup di tengah masyarakat.
Pembangunan masjid baru diharapkan menjadi tonggak baru bagi kemajuan Desa Uloe, sekaligus melanjutkan warisan spiritual Masjid Riyadul Muttaqin Appasareng yang telah mengakar kuat selama puluhan tahun. (red)















