BONE, NALARMEDIA — Polemiк pembatalan kegiatan Bone Fun Run 2026 kian memanas. Kuasa hukum Edy Saputra Syam, Salahuddin (ASH), secara tegas menyatakan keberatan atas pencatutan nama kliennya sebagai penanggung jawab dalam event tersebut.
Menurut Salahuddin, pihak yang telah menimbulkan kegaduhan diminta segera mencabut flyer yang mencatut nama Edy Saputra Syam, termasuk nomor telepon yang turut disebarluaskan.
Ia juga mendesak agar klarifikasi dan permintaan maaf disampaikan dalam waktu 2×24 jam, baik secara langsung maupun melalui media online.
“Klien kami tidak pernah masuk dalam struktur kepanitiaan dan sama sekali tidak terlibat, terlebih dalam persoalan keuangan kegiatan tersebut. Namun tiba-tiba disebut sebagai penanggung jawab,” tegas Salahuddin, Ahad (12 April 2026).
Ia menilai pencatutan tersebut telah merugikan nama baik kliennya, terlebih karena disertai keterlibatan institusi pemerintah daerah dalam informasi yang beredar.
Karena itu, pihaknya meminta langkah konkret untuk meluruskan persoalan ini.
“Secara tegas kami minta kepada seluruh pihak yang telah membuat polemik ini untuk segera mencabut flyer tersebut, memberikan klarifikasi, meminta maaf dalam waktu 2×24 jam, serta mengembalikan seluruh uang pendaftaran peserta,” sambungnya.
Lebih lanjut, Salahuddin juga meluruskan isu yang menyeret kegiatan lain, yakni Disdik Run.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan Bone Fun Run 2026.
“Disdik Run sifatnya internal dan hanya untuk keluarga besar Dinas Pendidikan. Jangan kemudian digoreng karena satu kegiatan batal lalu menyalahkan kegiatan lain. Itu tidak sportif sebagai olahragawan,” ujarnya.
Salahuddin berharap pihak terkait dapat segera meluruskan opini publik yang berkembang, yang seolah-olah menempatkan Edy Saputra Syam sebagai pihak yang harus bertanggung jawab penuh atas polemik tersebut.
Ia menegaskan, jika tidak ada itikad baik dalam waktu yang ditentukan, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan menempuh langkah hukum. (red)















