MAKASSAR, NALARMEDIA — Ramah Tamah wisudawan/wisudawati Fakultas Sastra Ilmu Komunikasi dan Pendidikan/ Akademi Bahasa Asing Universitas Muslim Indonesia (UMI) periode I tahun 2026 berlangsung khidmat di Hotel Claro, Jumat (17/04/2026).
Kegiatan yang penuh kehangatan tersebut dihadiri langsung Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, SE., M. Si. Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI
Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA. dan Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH., MH.
Acara ini menjadi momentum kebersamaan antara civitas akademika, alumni, serta orang tua dalam merayakan capaian akademik para lulusan.
Dekan FSIKP UMI, Dr. Hj. Nurjannah, S.S., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta kehadiran para wisudawan dan orang tua.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan studinya.
Menurutnya, gelar sarjana yang diraih bukan sekadar simbol akademik, melainkan hasil dari proses panjang yang penuh perjuangan.
“Gelar yang diraih hari ini bukan sekadar tambahan akademik, tetapi bukti perjalanan panjang yang penuh ikhtiar, kesungguhan, dan kesabaran,” ungkap Dr. Nurjannah.
Sebanyak 176 wisudawan dan wisudawati mengikuti kegiatan ramah tamah wisuda Periode I Tahun 2026 ini. Mereka berasal dari berbagai program studi, yakni Sastra Inggris 16 orang, Sastra Indonesia 8 orang, Sastra Arab 7 orang, Ilmu Komunikasi 120 orang, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Indonesia 11 orang, Pendidikan Bahasa Inggris 5 orang, serta Akademi Bahasa Asing sebanyak 9 orang.
Secara keseluruhan, jumlah alumni FSIKP UMI hingga saat ini mencapai 5.197 orang. Para alumni tersebut telah tersebar di berbagai wilayah, baik nasional maupun internasional, serta berkontribusi di berbagai bidang strategis.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Hj. Nurjannah juga memaparkan kondisi terkini fakultas yang dipimpinnya. FSIKP UMI saat ini memiliki enam program studi dengan dukungan 72 dosen dan 23 tenaga kependidikan, serta didukung oleh enam profesor sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik.
“Hal ini menjadi komitmen kami dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan kualitas lulusan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tantangan kehidupan yang sesungguhnya.
“Bertambahnya gelar ananda bukan garis akhir, tetapi garis start menuju babak kehidupan yang lebih dinamis dan penuh tantangan,” tuturnya.
Dr. Nurjannah juga menekankan pentingnya kemampuan adaptasi di tengah perubahan global yang cepat. Ia mengutip pemikiran tokoh dunia sebagai refleksi bagi para lulusan.
“Masa depan dimiliki oleh mereka yang mampu belajar, melupakan, dan belajar kembali,” katanya.
Selain itu, ia mengingatkan para wisudawan untuk tidak melupakan jasa orang tua dalam setiap pencapaian.
“Keberhasilan hari ini tidak terlepas dari doa dan pengorbanan orang tua. Oleh karena itu, sampaikan terima kasih dan mohon doa restu, karena ridha orang tua adalah kunci keberkahan hidup,” pesannya.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Nurjannah menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua dan keluarga atas kepercayaan yang telah diberikan kepada FSIKP UMI dan Akademi Bahasa Asing Yayasan Wakaf UMI.
Ia juga terus membuka peluang bagi calon mahasiswa baru untuk melanjutkan pendidikan.
“Pimpinan Yayasan dan Rektor UMI berkomitmen memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi calon mahasiswa berprestasi, khususnya dari latar belakang ekonomi kurang mampu, melalui program beasiswa, termasuk alokasi zakat sebesar 2,5 persen dari penerimaan mahasiswa baru setiap tahunnya,” tutup Dr. Hj. Nurjannah. (rls/red).













