Munafri Arifuddin Ajak Warga Makassar Rawat Toleransi dalam Perayaan Maria Diangkat ke Surga

Wali Kota Makassar menegaskan komitmen pemerintah menjaga kebebasan beribadah dan mendorong kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. Naskah Berita

banner 325x300

NalarMedia.id, MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menghadiri Perayaan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga 2026 yang diselenggarakan Keuskupan Agung Makassar di Kompleks Persekolahan Rajawali, Jalan Lamadukelleng Nomor 7, Makassar, Minggu (16/8/2026).

Dalam kesempatan itu, wali kota yang akrab disapa Appi tersebut menyampaikan ucapan selamat kepada umat Katolik, khususnya keluarga besar Keuskupan Agung Makassar. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, dan menjamin kebebasan masyarakat menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Appi berharap perayaan ini dapat memperkuat spiritualitas sekaligus membawa kedamaian, sukacita, dan pengharapan bagi masyarakat. Momentum tersebut juga diharapkan semakin memperkokoh keharmonisan sosial di tengah keberagaman warga Kota Makassar.

Menurut mantan CEO PSM Makassar itu, keberagaman merupakan salah satu karakter utama Kota Makassar yang harus dijaga bersama. Pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal tanpa nilai persaudaraan, kebersamaan, dan toleransi yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

Karena itu, Pemerintah Kota Makassar terus mendorong terwujudnya kota yang inklusif dengan memberikan ruang yang setara bagi setiap pemeluk agama untuk merayakan hari besar keagamaan dan beribadah dengan aman, nyaman, serta bebas.

Appi juga menekankan pentingnya dampak sosial dari setiap perayaan keagamaan bagi lingkungan sekitar. Menurutnya, makna perayaan tidak hanya terletak pada kegiatan seremonial, tetapi juga pada penerapan nilai kebersamaan dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari, termasuk sikap saling menghargai dan membantu sesama.

Lebih lanjut, politikus Partai Golkar itu menegaskan bahwa aksi kemanusiaan tidak mengenal batas agama, suku, maupun latar belakang sosial. Kepedulian terhadap sesama perlu diwujudkan dengan tulus, terutama saat membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa membedakan identitas.

Keberagaman suku, budaya, dan agama di Makassar dinilai sebagai modal sosial sekaligus kekuatan utama dalam membangun daerah. Menurut Appi, perbedaan seharusnya menjadi jembatan untuk saling mengenal, memahami, dan bekerja sama, bukan pemicu perpecahan di tengah masyarakat.

Ia juga menilai keberhasilan pembangunan kota tidak cukup diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Ikatan persaudaraan yang kuat, kepedulian sosial yang tinggi, serta keharmonisan antarwarga merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan Kota Makassar.

Melalui perayaan tersebut, umat Katolik diharapkan terus berperan aktif dalam membangun kehidupan sosial yang dilandasi kasih, kepedulian, dan semangat persaudaraan. Keteladanan Bunda Maria juga diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk memperkuat budaya gotong royong dan saling menghormati.

Menutup sambutannya, Appi menyampaikan apresiasi kepada Keuskupan Agung Makassar dan seluruh umat Katolik atas kontribusi mereka dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Ia menegaskan sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan sangat penting karena pembangunan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri.

Kolaborasi tersebut diharapkan terus memperkuat upaya mewujudkan Makassar sebagai kota yang aman, nyaman, inklusif, harmonis, dan religius. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *