NalarMedia.id, MAKASSAR — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui program operasi celah bibir dan langit-langit gratis.
Melalui program “RS Daya Mengabdi”, RSUD Daya Kota Makassar berkolaborasi dengan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Hasanuddin (RSGM Unhas) untuk menggelar bakti sosial operasi celah bibir dan langit-langit pada 7–9 November 2026.
Direktur RSUD Daya Kota Makassar, dr. A. Any Muliany, menyampaikan bahwa momentum HUT ke-419 Kota Makassar menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat pengabdian sekaligus memperluas manfaat pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Melalui RS Daya Mengabdi, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya, Sabtu (17/10/2026).
“Bukan hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga menghadirkan harapan dan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang mereka butuhkan,” lanjutnya.
Program ini menjadi wujud nyata kepedulian dan komitmen RSUD Daya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermutu, inklusif, dan humanis. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat membuka akses layanan operasi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi RSUD Daya dan RSGM Unhas, dengan dukungan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (FKG Unhas), Yayasan Celebes Cleft Center (CCC), serta Smile Train Indonesia.
Menurutnya, kolaborasi lintas institusi menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan yang profesional dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Melalui bakti sosial ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan layanan operasi celah bibir dan langit-langit tanpa dipungut biaya,” tuturnya.
Untuk itu, ia mengajak masyarakat, puskesmas, tenaga kesehatan, kader, pemerintah wilayah, organisasi profesi, serta berbagai elemen masyarakat untuk turut menyebarluaskan informasi kegiatan tersebut kepada pasien dan keluarga yang membutuhkan.
“Dukungan seluruh pihak diharapkan dapat membantu menjangkau calon pasien yang selama ini membutuhkan penanganan, tetapi memiliki keterbatasan dalam mengakses layanan operasi,” katanya.
Lebih dari sekadar kegiatan sosial, program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sebab, kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kepedulian terhadap sesama serta kemudahan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.
“Melalui program RS Daya Mengabdi, RSUD Daya Kota Makassar bersama RSGM Unhas dan para mitra berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan memberikan manfaat nyata,” harapnya.
Sementara itu, Direktur RSGM Unhas, Dr. drg. Andi Tajrin, M.Kes., Sp.B.M.M., Subsp.C.O.M.(K), menegaskan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkesinambungan.
“Sinergi antara rumah sakit, institusi pendidikan, dan mitra sosial diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan sekaligus membantu masyarakat memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medis,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa program operasi gratis ini terbuka bagi bayi, anak-anak, remaja, hingga orang dewasa yang mengalami celah bibir dan/atau celah langit-langit.
Kesempatan ini juga diberikan kepada pasien yang sebelumnya telah menjalani operasi, tetapi masih membutuhkan tindakan koreksi maupun penanganan lanjutan sesuai kondisi masing-masing.
Meski demikian, seluruh calon pasien harus terlebih dahulu menjalani skrining dan pemeriksaan medis.
“Tahapan ini dilakukan untuk menilai kelayakan tindakan operasi serta menentukan jenis penanganan berdasarkan kondisi dan indikasi medis setiap pasien,” ungkapnya.
Ia menambahkan, RSUD Daya bersama RSGM Unhas mengajak masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut untuk mencari informasi dan mempersiapkan diri mengikuti tahapan pemeriksaan yang telah ditentukan.
“Kami juga mengajak tenaga kesehatan, kader, pemerintah wilayah, organisasi profesi, serta seluruh elemen masyarakat untuk membantu menyebarluaskan informasi program agar dapat menjangkau lebih banyak calon pasien yang membutuhkan,” tuturnya.
Bagi masyarakat yang memiliki anak atau anggota keluarga dengan kondisi celah bibir dan/atau celah langit-langit, dapat menghubungi kontak informasi yang tersedia untuk memperoleh keterangan lebih lanjut mengenai pendaftaran dan pelaksanaan operasi.
Adapun persyaratan yang harus dipenuhi calon pasien, yaitu melampirkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
Untuk pasien operasi celah bibir, usia minimal tiga bulan dengan berat badan minimal lima kilogram. Sementara itu, pasien operasi celah langit-langit harus berusia minimal 18 bulan.
Selain memenuhi persyaratan usia dan berat badan, calon pasien juga harus berada dalam kondisi kesehatan umum yang baik agar dapat menjalani tindakan operasi.
Informasi lebih lanjut:
- Awal Ramadhan: 0859-5434-1114
- Nuraeni Syarif: 0811-4440-1488















