MAROS, NALARMEDIA– Tim dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemberdayaan Tim Penggerak PKK Desa Simbang melalui Praktik Translanguaging untuk Penguatan Karakter dan Promosi Mangga” pada Senin, 2 November 2026.
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa, Dusun Sampakang, Desa Simbang, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini diketuai oleh Sulastri, S.S., M.Pd., bersama dua anggota tim, yakni Muhammad Idris, S.Sos., M.I.Kom. dan Ratnawati, S.S., M.Pd., serta melibatkan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia.
Sebanyak 22 anggota Tim Penggerak PKK dan kegiatan ini juga melibatkan Ketua Tim Penggerak PKK Desa Simbang, Arni Amriani, S.E., sebagai mitra pelaksana.
Menurut Sulastri, program pemberdayaan ini didesain untuk mengoptimalkan potensi mangga Desa Simbang melalui peningkatan keterampilan pengolahan produk, promosi digital, praktik translanguaging, dan penguatan karakter masyarakat berbasis nilai-nilai Islami serta kearifan lokal.
“Salah satu kegiatan utama adalah pelatihan pengolahan mangga menjadi produk bernilai ekonomi, yakni SimMango Puding dan SimMango Pudot,” ungkap Sulastri.
Ia mengatakan melalui demonstrasi dan praktik langsung, peserta memperoleh pengetahuan mengenai pengolahan buah mangga, packing, hingga persiapan promosi produk.
Kata Sulastri, bahwa kegiatan ini tidak sekadar memberikan pelatihan, tetapi juga mengsupport masyarakat agar mampu melihat potensi lokal sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
“Desa Simbang memiliki potensi mangga yang sangat besar. Potensi ini perlu didukung dengan kreativitas dan inovasi agar mangga tidak hanya dijual dalam bentuk buah segar, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat, khususnya Tim Penggerak PKK, agar lebih percaya diri, kreatif, dan mandiri dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal,” ungkap Sulastri.
Lebih lanjut, Sulastri menjelaskan bahwa praktik translanguaging menjadi salah satu pendekatan yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut. Masyarakat dilatih memanfaatkan bahasa Makassar, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris secara fleksibel dalam mempromosikan produk.
Menurutnya, kemampuan menggunakan berbagai bahasa merupakan aset komunikasi yang dapat membantu masyarakat menjangkau customer dengan latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda.
“Bahasa daerah merupakan kekayaan yang harus kita banggakan. Ketika dipadukan dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, masyarakat memiliki peluang lebih luas untuk memperkenalkan produk unggulan desanya. Kami berharap produk mangga Desa Simbang tidak hanya dikenal di lingkungan lokal, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas melalui promosi digital,” tambahnya.
Selain pelatihan pengolahan produk dan translanguaging, peserta juga mendapatkan pelatihan pemasaran digital melalui media sosial Instagram dan TikTok. Peserta diperkenalkan pada teknik pembuatan foto dan video produk, penyusunan caption promosi, serta pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, tim pengabdi turut menyerahkan sejumlah peralatan teknologi tepat guna kepada Tim Penggerak PKK Desa Simbang. Bantuan tersebut berupa tripod gimbal dengan fitur AI Face Tracking, alat sealer pengemas, timbangan digital, serta desain label sebagai identitas merek produk.
Penyerahan peralatan ini diharapkan dapat membantu mitra memproduksi konten promosi dan melakukan pengemasan produk secara lebih mandiri setelah kegiatan pengabdian berakhir.
Kegiatan juga diisi dengan penguatan karakter berbasis nilai-nilai Islami dan kearifan lokal, terutama penanaman sikap jujur, disiplin, kreatif, bertanggung jawab, kerja keras, dan kerja sama dalam menjalankan kegiatan produktif masyarakat.
Melalui program ini, Tim PKM UMI berharap keterampilan yang telah diperoleh peserta dapat terus dipraktikkan dan dikembangkan menjadi kegiatan usaha produktif berbasis mangga. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan Tim Penggerak PKK juga diharapkan terus berlanjut dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Program ini sekaligus menjadi wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. (rls/red).















