SEMEN Tonasa eksis hingga saat ini. Kuncinya, menjaga keberlanjutan.
Tahun 2024, Semen Tonasa menapaki usia ke-56 tahun. Matang dan penuh dedikasi.
Sebagai salah satu produsen semen di Indonesia Timur, Semen Tonasa bisa bertahan lebih dari lima dekade tidak lepas karena sukses menjaga kepercayaan.
Bukan semata menjaga kualitas produk, Semen Tonasa juga merawat kelangsungan makhluk hidup di sekitar perusahaan.
Komitmen Semen Tonasa tersebut diakui langsung mantan bupati Pangkep, Muh. Yusran Lalogau.
Kata Yusran, kontribusi sosial perusahaan PT Semen Tonasa sangat terasa oleh masyarakat.
“Sehingga masyarakat dapat merasakan kepedulian yang tinggi dari perseroan dalam mendukung kegiatan bermasyarakat,” tuturnya.
Untuk terus maju dan berkembang, Semen Tonasa paham pentingnya menjaga lingkungan. Salah satu konsentrasi, yakni mengurangi emisi karbon.
Upaya Semen Tonasa dalam meminimalisir emisi karbon dilakukan secara konsisten dengan penerapan sistem manajemen energi berbasis ISO 50001.
Langkah strategis Semen Tonasa ini sejalan dengan sustainability road map SIG, dengan menerapkan operasional berkelanjutan yang memperhatikan isu Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola atau environment, social, and governance (ESG).
Dengan semangat merawat lingkungan, maka penerapan sistem manajemen energi berbasis ISO 50001 pada 2019 tidak bisa ditawar lagi.
Semen Tonasa berani melakukan penerapan hingga merasakan buah manis dedikasi yang mencatatkan adanya penghematan biaya energi dengan total sebesar 16,1 juta dollar AS atau ekivalen dengan penghematan energi 4,3 juta Gigajoule (GJ).
Bukan hanya itu, efek positif lainnya bagi Semen Tonasa adalah sukses melakukan pengurangan emisi karbondioksida sebesar 436.000 metrik ton.
SM of Production Plan & Evaluation, Jasmiati menjelaskan, PT Semen Tonasa sangat concern dalam upaya penurunan emisi karbon sebagai perwujudan dari misi Semen Tonasa menjadi perusahaan persemenan yang efisien dan berwawasan lingkungan.
Reduksi emisi karbon di cascade menjadi program penggunaan alternative fuel yang bersumber dari energi terbarukan, salah satunya dengan biomassa seperti sekam padi, bonggol jagung, serbuk gergaji dan lain-lain.
Di samping substitusi bahan bakar fosil tersebut, emisi karbon juga diturunkan melalui program semen hijau dimana proses produksi semen ini mereduksi karbondioksida secara signifikan melalui rekayasa teknologi dan material.
Konsep pengembangan Semen Tonasa, kata Jasmiati memberlakukan semangat ramah lingkungan.
“Konsep Energi Hijau dengan penggunaan energi baru terbarukan dan Semen Hijau dengan rekayasa teknologi dan material,” sebut Jasmiati, Kamis (31 Oktober 2024).
Dengan kualitas produk yang terjamin, menjadikan Semen Tonasa sebagai mitra strategis bahan untuk melahirkan Maha Karya di Indonesia Timur.
Deretan karya luar biasa yang memakai bahan dasar Semen Tonasa sudah dinikmati masyarakat, seperti Tol Layang Pettarani Makassar, Masjid Al Markaz Al Islami, Monumen Mandala, Jembatan Merah Putih, Bandara Sultan Hasanuddin, dan masih banyak karya spektakuler lainnya.
Kolaborasi Mitra
Langkah nyata PT Semen Tonasa dalam mengurangi emisi karbon, tidak sendirian. Juga membuka ruang kolaborasi.
Salah satu mitra strategis Semen Tonasa adalah BI Sulsel. Kerjasama yang dibangun, yakni upaya pengurangan limbah.
SM of AFR & Energy, Stevanus Bodro Wibowo mengakui bila kolaborasi antara PT Semen Tonasa dan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan terus berlanjut dengan progres yang sangat positif.
PT Semen Tonasa berkomitmen memanfaatkan material limbah kertas lurik dari Bank Indonesia sebagai bahan bakar alternatif.
Dengan demikian Semen Tonasa dan BI Sulsel berkomitmen bersama untuk mendukung energi ramah lingkungan dan upaya pengurangan emisi karbon.
“Dengan dukungan BI Sulsel, kami optimistis bahwa langkah-langkah ini akan berkontribusi pada lingkungan yang lebih bersih dan mendukung target pengurangan emisi yang dicanangkan pemerintah,” sebutnya.
Serap Karbon Lebih Kuat
Strategi Semen Tonasa lainnya yang diterapkan guna mengurangi emisi karbon adalah gencar melakukan penanaman pohon, khususnya mangrove.
Bukan tanpa alasan, PT Semen Tonasa memilih mangrove sebagai pohon yang dijadikan prioritas untuk ditanam.
“Karena serapan karbonnya lima kali lipat dibanding pohon daratan dan berfungsi sebagai pohon yang dapat mencegah abrasi karena akarnya yang kuat menahan lumpur dan jadi tempat tinggalnya biota laut,” papar TJSL & Com. Dev. Officer, Abbas.
Upaya penanaman pohon mangrove ini pun tidak dilakukan sendiri oleh PT Semen Tonasa, melainkan menggandeng komunitas Cakrawala & Sampanta dengan melibatkan masyarakat setempat.
Tercatat, jumlah bibit mangrove yang sudah ditanam sepanjang 2024 sebanyak 12 ribu.
Adapun wilayah penanaman berlokasi di Pulau Satando, Pulau Karanrang, Pulau Polewali, Pulau Laiya dan Pulau Pala.
Modal semangat tinggi PT Semen Tonasa inilah yang menjadi asa penting untuk melihat peradaban akan terus lahir di Timur Indonesia. Bangga hadirnya Semen Tonasa. (Muhammad Ashri Samad)