GOWA, NALARMEDIA — Di tengah percepatan revolusi digital, teknologi tak lagi sekadar alat bantu, melainkan jembatan yang menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.
Hal inilah yang tergambar dalam Kegiatan Kunjungan, Workshop, dan Edukasi (KONDUKSI) bertema “SMK Goes to Industry 4.0: Integrasi Programmable Logic Controller (PLC) dan Internet of Things (IoT) untuk Automasi Cerdas” hasil kolaborasi SMKN 5 Gowa dan Program Studi Teknik Listrik Politeknik Bosowa, Rabu (11 Februari 2026).
Melalui pelatihan ini, teknologi menjadi penghubung antara teori di ruang kelas dan praktik nyata di dunia industri.
Sebanyak 35 siswa jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) diajak memahami bagaimana Programmable Logic Controller (PLC) bekerja sebagai “otak” sistem automasi, serta bagaimana Internet of Things (IoT) memungkinkan mesin dan perangkat saling terhubung dalam satu sistem digital.
Tak hanya mempelajari konsep dasar, para siswa juga melihat bagaimana sistem monitoring berbasis real-time diterapkan.
Data dari perangkat dapat dibaca, dianalisis, dan dikendalikan melalui jaringan, menggambarkan bagaimana industri modern beroperasi secara efisien dan terintegrasi.
Ketua Prodi Teknik Listrik Politeknik Bosowa, Sulistianingsih Nur Fitri, S.ST., M.T., menyampaikan bahwa penguasaan teknologi menjadi kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif.
“Teknologi adalah jembatan. Jika siswa memahami cara kerjanya sejak dini, mereka tidak akan tertinggal saat masuk ke dunia kerja,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala SMKN 5 Gowa, Muh. Ilyas, S.Pd., menilai kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan visi sekolah sebagai smart school.
“Kami ingin siswa tidak hanya mampu memasang instalasi listrik, tetapi juga memahami sistem kendali dan digitalisasi yang kini menjadi standar industri,” katanya.
Kehadiran Wakil Direktur Bidang Akademik Politeknik Bosowa, Ir. Umar Muhammad, M.T., IPM., bersama dosen dan mahasiswa Teknik Listrik, semakin memperkuat sinergi antara kedua institusi.
Mahasiswa turut berperan mendampingi siswa dalam memahami sistem PLC dan integrasi IoT, menciptakan suasana belajar yang interaktif dan aplikatif.
Melalui kegiatan ini, teknologi bukan lagi sesuatu yang terasa jauh dan rumit.
Ia menjadi bahasa bersama yang mempertemukan sekolah dan industri dalam satu tujuan mencetak generasi teknisi muda yang siap menghadapi era automasi dan digitalisasi.
Di era Industri 4.0, kolaborasi seperti inilah yang membuktikan bahwa teknologi bukan penghalang, melainkan jembatan menuju masa depan. (ADV)















