MAKASSAR, NALARMEDIA — Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia (UMI) melaksanakan Sosialisasi Rencana Strategis (RENSTRA) dan Rencana Operasional (RENOP) Tahun 2026 pada Senin, 2 Maret 2026, di Aula FSIKP UMI.
Kegiatan ini dihadiri oleh wakil dekan, ketua dan sekretaris program studi, guru besar, dosen, serta tenaga kependidikan lingkup FSIKP UMI dan ABA YW-UMI.
Sosialisasi tersebut digelar sebagai tindak lanjut kebijakan universitas dalam memperkuat arah pengembangan kelembagaan yang sistematis dan berkelanjutan.
RENSTRA dan RENOP menjadi dokumen penting yang memuat arah kebijakan, target capaian, serta langkah operasional yang harus dijalankan pada tahun 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FSIKP UMI, Dr. Hj. Nurjannah Abna, S.S., M.Pd., menegaskan terkait pentingnya komitmen bersama dalam mengimplementasikan rencana strategis fakultas.
Ia menyampaikan bahwa dokumen perencanaan tidak boleh berhenti pada tataran administratif, melainkan harus diwujudkan dalam program nyata yang terukur dan berdampak.
“RENSTRA dan RENOP ini adalah pedoman kerja kita bersama. Karena itu, seluruh program studi dan unit kerja harus mampu menerjemahkannya ke dalam kegiatan yang konkret, terarah, dan memiliki indikator capaian yang jelas,” ujarnya.
Lebih lanjut,Nurjannah menekankan bahwa sinergi antarunsur pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan rencana strategis.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat akan mempercepat pencapaian target kinerja sekaligus meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi.
Ia juga mengingatkan bahwa FSIKP UMI harus terus beradaptasi dengan dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.
Oleh karena itu, setiap program yang dirancang harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, serta selaras dengan visi besar universitas.
“Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu membangun pemahaman dan komitmen kolektif seluruh civitas akademika FSIKP UMI dalam mengawal implementasi RENSTRA dan RENOP 2026, demi terwujudnya tata kelola fakultas yang profesional, akuntabel, dan berdaya saing,” tutupnya (rls/red).















