BONE, NALARMEDIA – Tingkat kesadaran pengunjung lapak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Lapangan Merdeka Watampone untuk menjaga kebersihan dinilai penting terus ditingkatkan.
Hal ini menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat yang memadati kawasan tersebut, khususnya pada sore hingga malam hari.
Sebagai salah satu pusat keramaian baru di Kabupaten Bone, Lapangan Merdeka Watampone kini tidak hanya menjadi ruang terbuka untuk berolahraga dan bersantai, tetapi juga menjelma menjadi sentra ekonomi kerakyatan melalui kehadiran lapak-lapak UMKM.
Program ini diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Bupati Andi Asman Sulaiman bersama Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin sebagai upaya nyata mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari sektor akar rumput.
Ratusan pelaku UMKM kini merasakan dampak positif dari kebijakan tersebut. Berbagai jenis usaha tumbuh dan berkembang, mulai dari kuliner tradisional, jajanan kekinian, minuman, hingga produk kerajinan lokal yang menarik minat pengunjung.
Perputaran ekonomi di kawasan ini pun meningkat signifikan, sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Namun demikian, di tengah ekonomi yang semakin menggeliat, persoalan kebersihan masih menjadi tantangan yang perlu segera diatasi secara bersama-sama.
Pantauan di Lapangan Merdeka menunjukkan pengunjung ada kesadaran untuk memasukkan sampah ke dalam kantong plastik.
Langkah ini menunjukkan hal positif terhadap gerakan yang digaungkan Pemkab Bone terhadap kebersihan lingkungan.
Kondisi tersebut tentu dapat menambah kenyamanan dan keindahan kawasan.
Selain itu, citra Lapangan Merdeka Watampone sebagai ruang publik yang tertib dan representatif juga bisa ikut terdampak.
Pemerintah Kabupaten Bone terus mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan.
Pengunjung diimbau untuk lebih disiplin membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Di sisi lain, para pelaku UMKM juga diharapkan tidak hanya fokus pada aktivitas jual beli, tetapi turut mengambil peran dalam menjaga kebersihan di sekitar lapaknya masing-masing.
“Kesuksesan lapak UMKM ini bukan hanya diukur dari ramainya pengunjung atau besarnya transaksi, tetapi juga dari bagaimana kita menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama,” ujar salah satu pengelola lapak.
Lebih jauh, kehadiran lapak UMKM ini merupakan bagian dari visi besar Pemerintah Kabupaten Bone dalam membangun ekonomi berbasis kerakyatan. Kepemimpinan Andi Asman Sulaiman dan Andi Akmal Pasluddin mendorong agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pelaku utama dalam pergerakan ekonomi daerah.
Dengan memanfaatkan ruang publik seperti Lapangan Merdeka Watampone, pemerintah menghadirkan solusi konkret yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Lapak UMKM menjadi wadah produktif yang inklusif, memberi kesempatan bagi siapa saja untuk berusaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan, baik dari sisi sarana dan prasarana, penataan lapak, hingga sistem pengelolaan kebersihan yang lebih terintegrasi.
Edukasi kepada masyarakat juga akan terus digencarkan agar budaya hidup bersih dapat tertanam kuat dalam setiap aktivitas di ruang publik.
Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat sebagai pengunjung, diharapkan kawasan Lapangan Merdeka Watampone tidak hanya menjadi pusat ekonomi yang ramai, tetapi juga menjadi contoh ruang publik yang bersih, tertib, dan nyaman bagi semua kalangan di Kabupaten Bone. (red)















