JAKARTA, NALARMEDIA – Pemerintah Kabupaten Bone mengambil langkah strategis dalam memperkuat sektor pertanian dengan memastikan dukungan infrastruktur pasca-panen yang lebih memadai.
Komitmen ini diwujudkan langsung oleh Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman (BupAAS) melalui penandatanganan dokumen hibah lahan untuk pembangunan gudang dan fasilitas pasca-panen.
Penandatanganan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Rojolele, Gedung Perum BULOG, Jakarta Selatan, Jumat (10 April 2026), bersama Direktur SDM dan Transformasi BULOG, Prof. Sudarsono Hardjosoekarto.
Lahan yang dihibahkan nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan gudang baru milik BULOG di Kabupaten Bone.
Dalam kerja sama ini, Perum BULOG juga menunjukkan komitmen nyata dengan menggelontorkan anggaran sebesar Rp9 miliar untuk pembangunan dua gudang tersebut.
Investasi ini diharapkan menjadi penguat utama dalam meningkatkan kapasitas penyimpanan hasil panen serta memperlancar distribusi pangan di daerah.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, sekaligus meningkatkan daya serap hasil panen petani lokal.
Kehadiran fasilitas pasca-panen yang representatif diharapkan mampu menjaga kualitas produksi sekaligus meningkatkan nilai ekonomis hasil pertanian.
BupAAS menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap petani.
Ia menilai, sebagai salah satu lumbung pangan utama, Bone harus memiliki sistem hilirisasi yang kuat agar surplus produksi tidak terbuang sia-sia.
“Ini adalah langkah konkret untuk memastikan hasil keringat petani kita memiliki wadah yang layak. Dengan fasilitas yang modern, kualitas pangan tetap terjaga dan distribusi menjadi lebih efisien,” ujarnya.
Pihak Perum BULOG turut mengapresiasi langkah cepat Pemkab Bone dalam mendukung penguatan rantai pasok pangan nasional.
Pembangunan gudang ini disebut sebagai bagian dari transformasi BULOG dalam memperkuat jaringan logistik pangan, khususnya di daerah-daerah potensial.
Penandatanganan yang berlangsung di kawasan Gatot Subroto tersebut menjadi titik awal dimulainya pembangunan fisik di lapangan. Ke depan, fasilitas ini diharapkan mampu memangkas rantai distribusi yang panjang serta menekan risiko kerugian pasca-panen yang selama ini kerap dihadapi petani.
Dengan hadirnya infrastruktur ini, Kabupaten Bone semakin mengukuhkan posisinya sebagai daerah lumbung pangan yang tidak hanya unggul dalam produksi, tetapi juga siap dengan sistem logistik yang mandiri, efisien, dan berdaya saing tinggi. (red)















