Bone Fun Run 2026 Batal Digelar, Polemik Seret Nama Pejabat Pemkab Bone

Kabar pembatalan ini pun memicu polemik di tengah masyarakat, terutama setelah mencuatnya nama Kepala BKPSDM Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, yang disebut-sebut masuk dalam struktur kepanitiaan. (ist)
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Rencana pelaksanaan event lari Bone Fun Run 2026 yang diinisiasi oleh salah satu komunitas lari di Kabupaten Bone dipastikan batal terlaksana.

Kabar pembatalan ini pun memicu polemik di tengah masyarakat, terutama setelah mencuatnya nama Kepala BKPSDM Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, yang disebut-sebut masuk dalam struktur kepanitiaan.

Namun tudingan tersebut langsung dibantah oleh Edy.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat sebagai panitia maupun pihak penyelenggara kegiatan tersebut.

Edy menjelaskan, awalnya ia hanya menerima audiensi dari sejumlah pihak yang mengaku sebagai penyelenggara Bone Fun Run 2026, di antaranya berinisial IR, FN, dan HM.

Dalam pertemuan itu, mantan Camat Bengo tersebut sudah menegaskan posisi Pemerintah Kabupaten Bone yang hanya sebatas memberikan dukungan dari sisi sosialisasi kegiatan.

“Dukungan yang diberikan hanya dalam bentuk membantu sosialisasi kegiatan,” jelas Edy.

Lelaki yang juga Plt Kadis Pendidikan Bone ini juga menekankan bahwa seluruh aspek teknis, termasuk pembayaran dan administrasi kegiatan, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak penyelenggara. Tidak ada kaitan langsung dengan Pemkab Bone dalam hal tersebut.

Menyikapi pencatutan namanya dalam polemik ini, Edy menyatakan keberatan dan membuka kemungkinan untuk membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

“Jika nama saya terus dicatut sebagai pihak yang bertanggung jawab, kami tidak segan menempuh jalur hukum. Ini perlu diluruskan ke publik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Edy kembali menegaskan bahwa dirinya tidak masuk dalam kepanitiaan, begitu pula dengan Pemerintah Kabupaten Bone yang tidak memiliki keterlibatan langsung dalam penyelenggaraan event tersebut.

Ia pun meminta kepada pihak penyelenggara untuk bertanggung jawab penuh atas pembatalan Bone Fun Run 2026, termasuk memberikan penjelasan yang transparan kepada publik, khususnya kepada peserta yang telah mendaftar.

Polemik ini menjadi perhatian publik, mengingat antusiasme masyarakat terhadap event olahraga seperti fun run cukup tinggi.

Ke depan, diharapkan setiap kegiatan serupa dapat dipersiapkan dengan lebih matang dan transparan agar tidak menimbulkan polemik yang merugikan berbagai pihak. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *