Dari Tanah Berdebu ke Aspal Harapan, Komitmen BupAAS dan Andi Akmal untuk Jalan Rakyat

Terik matahari siang itu seolah tak menjadi penghalang bagi Andi Asman Sulaiman turun langsung meninjau pengaspalan ruas jalan Libureng di Desa Selli, Kecamatan Bengo, Jumat (24 April 2026).
banner 325x300

 

BONE, NALARMEDIA – Terik matahari siang itu seolah tak menjadi penghalang bagi Andi Asman Sulaiman, Jumat (24 April 2026).

Dengan langkah mantap, Bupati Bone yang akrab disapa BupAAS turun langsung meninjau pengaspalan ruas jalan Libureng di Desa Selli, Kecamatan Bengo.

Di atas hamparan jalan yang mulai menghitam rapi, ia memastikan sendiri kualitas pekerjaan sepanjang 1 kilometer tersebut—sebuah proyek yang lahir dari efisiensi anggaran daerah, namun sarat makna bagi masyarakat.

Bagi BupAAS, pembangunan bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan, tetapi menghadirkan manfaat yang benar-benar dirasakan rakyat.

Karena itu, BupAAS tak ingin proyek infrastruktur dikerjakan asal jadi. Kualitas, menurutnya, adalah bentuk tanggung jawab pemerintah kepada masa depan masyarakat.

“Jangan hanya selesai, tapi harus bertahan lama dan dirasakan manfaatnya,” menjadi prinsip yang terus BupAAS tekankan di setiap titik pembangunan.

Langkah efisiensi yang dijalankan bersama Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin terbukti mampu menggerakkan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Anggaran yang sebelumnya tersebar, kini difokuskan untuk menyentuh kebutuhan dasar masyarakat—salah satunya akses jalan.

Di Desa Selli, perubahan itu terasa nyata. Jalan yang dulu mungkin hanya tanah dan debu, kini menjelma menjadi jalur harapan yang menghubungkan kehidupan warga dengan peluang yang lebih luas.

Salah seorang warga, Justan, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia menyebut, sejak kampung itu berdiri, baru kali ini jalan desa mereka benar-benar diaspal.

“Ini pertama kalinya kami rasakan jalan seperti ini. Terima kasih untuk pemerintah,” ucapnya dengan penuh syukur.

Apa yang dilakukan BupAAS siang itu bukan sekadar meninjau proyek, tetapi menyentuh denyut kehidupan masyarakatnya. Di bawah panas matahari, ia seakan ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar berubah menjadi manfaat yang bisa dilalui, dirasakan, dan dikenang.

Karena bagi Bone hari ini, jalan bukan hanya infrastruktur—ia adalah simbol kehadiran pemerintah yang berjalan bersama rakyatnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *