BONE, NALARMEDIA — Duka akibat banjir yang melanda Kabupaten Bone perlahan berubah menjadi harapan. Di tengah genangan air, lumpur, dan kesedihan warga terdampak, pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, hingga Pemerintah Kabupaten Bone bergerak cepat melakukan penanganan darurat dan pemulihan pascabencana.
Sinergi itu tampak kuat melalui kolaborasi Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dan Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman (BupAAS) yang dikenal “Trio Sulaiman”.
Banjir yang terjadi pada Jumat (8 Mei 2026) lalu membawa duka mendalam bagi masyarakat, khususnya di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur.
Selain merendam ratusan rumah warga, bencana tersebut juga menyebabkan korban jiwa dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Di saat sebagian warga masih berupaya menyelamatkan barang-barang mereka dari genangan air, Andi Asman Sulaiman memilih turun langsung ke lokasi terdampak sejak Jumat subuh.
Ia meninjau wilayah banjir, memastikan proses evakuasi berjalan, hingga menginstruksikan pendirian posko bencana dan dapur umum untuk warga terdampak.
Pemerintah Kabupaten Bone juga bergerak cepat menyalurkan santunan serta bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang terdampak banjir.
Keesokan harinya, Sabtu (9 Mei 2026), perhatian datang dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman turun langsung meninjau lokasi banjir di Bone sekaligus menyerahkan bantuan senilai Rp1 miliar dan 500 paket bantuan bagi warga terdampak.
Namun perhatian terbesar datang ketika Andi Amran Sulaiman hadir langsung di Kabupaten Bone pada Senin (11 Mei 2026).
Di tengah agenda nasionalnya, Mentan Andi Amran memilih datang ke tanah kelahirannya yang tengah dilanda musibah.
Kedatangannya disambut langsung oleh BupAAS didampingi Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bone di Posko Bencana Kelurahan Panyula.
Dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian RI menyerahkan bantuan berupa 33 truk pangan dan sembako senilai Rp9 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Bone. Bantuan tersebut terdiri atas beras, minyak goreng, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya untuk masyarakat terdampak banjir.
Tak hanya bantuan pemerintah, Andi Amran Sulaiman juga menyerahkan bantuan pribadi sebanyak Rp1 miliar.
Bantuan tambahan turut diberikan Anggota DPR RI, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman sebesar Rp500 juta.
Santunan bagi anak yatim serta berbagai bantuan kemanusiaan lainnya juga disalurkan kepada masyarakat yang terdampak banjir.
Di hadapan warga, Andi Amran Sulaiman mengaku hatinya tergerak untuk hadir langsung membantu masyarakat Bone.
“Saya tergerak hati saya, karena daerah lain saja bencana saya datang, apalagi ini kampung saya yang membutuhkan bantuan,” katanya.
Ia juga menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menelan korban jiwa.
“Kami terima laporan kemarin, bahwa di Panyula, Bone, Sulawesi Selatan, ada bencana. Dan ada korban meninggal, ada dua orang, bahkan ada yang sakit dan seterusnya,” ujarnya.
Tak hanya menyerahkan bantuan, rombongan Menteri Pertanian RI juga meninjau langsung kondisi sungai di kawasan terdampak banjir.
Dari hasil peninjauan ditemukan adanya pendangkalan sungai yang cukup parah sehingga memperburuk aliran air ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Bahkan sebelum kedatangan Menteri Pertanian RI, alat berat telah mulai bekerja melakukan normalisasi sungai dan pengerukan sedimentasi untuk mempercepat aliran air.
Menurut Andi Amran Sulaiman, percepatan penanganan banjir tersebut merupakan arahan langsung Presiden Republik Indonesia agar pemerintah hadir cepat membantu masyarakat di daerah terdampak bencana.
Sementara itu, BupAAS menyampaikan apresiasi atas perhatian besar pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap masyarakat Bone.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bone bersama seluruh unsur terkait terus bergerak melakukan penanganan darurat, pendistribusian bantuan, hingga percepatan pemulihan pascabanjir di berbagai wilayah terdampak.
Di tengah musibah yang melanda, kolaborasi “Trio Sulaiman” menjadi simbol bahwa pemerintah tidak tinggal diam.
Dari dapur umum, bantuan pangan, hingga normalisasi sungai, semuanya menjadi harapan baru bagi masyarakat Bone untuk bangkit kembali dari bencana. (red)















