GOWA, NALARMEDIA — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Gowa bersama Pokja Bunda PAUD Kabupaten Gowa terus memperkuat perannya dalam membangun karakter generasi muda melalui kegiatan literasi anak.
Komitmen itu diwujudkan lewat kegiatan “DWP Mendongeng” bertema “Dengan Dongeng Aku Pintar, Aku Cerdas” yang digelar di TK Pertiwi Sungguminasa, Senin (11 Mei 2026).
Kegiatan tersebut berlangsung penuh keceriaan dan antusiasme dari para siswa TK yang tampak menikmati setiap cerita dan pesan moral yang disampaikan.
Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan mendongeng juga menjadi media edukasi untuk menanamkan nilai-nilai positif sejak usia dini.
Ketua DWP Kabupaten Gowa, Suryanti Andy Azis mengatakan, tema besar DWP tahun ini adalah “Peran Strategis DWP dalam Mendidik Anak Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045.”
Menurutnya, cita-cita besar menuju Indonesia Emas harus dimulai dari keluarga yang menerapkan pola asah, asih dan asuh kepada anak-anak.
“Orang tua adalah pendidik utama dan pertama bagi anak-anak kita, sekaligus menjadi imam dan Madrasatul Ula dalam keluarga,” ujarnya.
Suryanti menjelaskan, kegiatan mendongeng menjadi salah satu cara efektif dalam mendukung tumbuh kembang anak, baik secara emosional maupun intelektual.
Melalui dongeng, hubungan emosional antara orang tua, guru dan anak dapat terjalin lebih erat.
“Tidak apa-apa meluangkan quality time bersama anak-anak. Mendongeng sambil memeluk anak dengan suara lucu dapat membuat anak merasa nyaman, bahagia dan dekat dengan orang tua maupun gurunya,” jelasnya.
Ia juga menilai, anak-anak yang terbiasa mendengarkan cerita akan lebih mudah terstimulasi untuk berpikir, berimajinasi serta mengembangkan kreativitasnya selama masa pertumbuhan.
Sementara itu, Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Gowa, Adriana Jamaluddin menegaskan pentingnya literasi dan dongeng dalam membentuk karakter anak sejak dini.
Menurutnya, dongeng bukan sekadar hiburan, melainkan media pembelajaran yang mampu menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada anak-anak.
“Dongeng itu seperti pintu ajaib. Kalau kita dengarkan, kita bisa terbang ke awan, bertemu hewan-hewan yang bisa berbicara, atau berpetualang menjadi pahlawan yang pintar,” ujarnya di hadapan siswa-siswi TK Pertiwi.
Adriana menambahkan, melalui cerita dan dongeng, anak-anak dapat belajar menjadi pribadi yang jujur, baik hati, sopan serta memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama.
“Kalau kita banyak mendengar dongeng, kita tidak hanya bermain, tetapi juga belajar menjadi anak yang jujur, anak yang baik hati, anak yang sopan, dan anak yang sayang kepada temannya,” pungkasnya. (AF/red)















