Bone Jadi Titik Strategis Hilirisasi Nasional, Pj Sekda Dampingi Dirjen PKH Tinjau Pengembangan Peternakan Terintegrasi

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, Andi Tenriawaru, mendampingi Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian RI, Dr. drh. Agung Suganda bersama Tim PT Berdikari yang dipimpin Putu Yustika, Jumat (29 Mei 2026).
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Pemerintah Kabupaten Bone terus menunjukkan keseriusannya dalam mendukung program hilirisasi nasional di sektor peternakan dan pangan.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, Andi Tenriawaru, mendampingi Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian RI, Dr. drh. Agung Suganda bersama Tim PT Berdikari yang dipimpin Putu Yustika, Jumat (29 Mei 2026).

Kunjungan tersebut membahas pengembangan program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) serta rencana pengembangan kawasan sapi perah di Kabupaten Bone yang diproyeksikan menjadi salah satu sentra peternakan modern di Indonesia Timur.

Dalam pemaparannya, saat ini tengah dilakukan finalisasi kerja sama operasi (KSO) antara PT Berdikari dan PTPN I untuk pengembangan sistem peternakan ayam terintegrasi di Bone.

Program tersebut mencakup pembangunan Parent Stock Breeding (PSB) multiage dengan kapasitas awal 80 ribu ekor dari total rencana 200 ribu ekor. Selain itu, akan dibangun PSB Hatchery dengan kapasitas 900 ribu setting per bulan dan produksi DOC mencapai 800 ribu ekor per bulan.

Tak hanya itu, pengembangan juga meliputi pembangunan Parent Stock Layer (PSL) dengan kapasitas awal 26 ribu ekor dari total rencana 60 ribu ekor, serta feedmill berkapasitas 60 ribu ton per tahun atau sekitar 5 ribu ton per bulan.

Skema produksi yang disiapkan pun melibatkan berbagai pihak, yakni 10 persen berasal dari own farm broiler, 40 persen dari peternak mitra, dan 50 persen dari pihak eksternal.

Selain sektor perunggasan, Pemerintah Kabupaten Bone juga dipersiapkan menjadi lokasi pengembangan sapi perah modern.

Dalam rencana tersebut, pemerintah daerah diminta menyiapkan pola kerja sama dengan pemilik lahan yang nantinya akan bermitra dalam penyediaan hijauan makanan ternak dengan kebutuhan minimal 60 hektare lahan.

Diperkirakan seluruh sarana dan prasarana pendukung akan selesai pada akhir tahun 2026. Sementara itu, sebanyak 600 ekor sapi perah direncanakan mulai masuk ke Kabupaten Bone pada awal tahun 2027.

Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman (BupAAS) mengapresiasi penetapan wilayahnya sebagai salah satu lokasi pengembangan hilirisasi nasional.

Menurutnya, program tersebut sangat sejalan dengan posisi Kabupaten Bone sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di kawasan Indonesia Timur.

“Pemerintah Kabupaten Bone tentu menyambut baik program strategis nasional ini. Kehadiran hilirisasi peternakan terintegrasi akan membuka peluang ekonomi baru, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan peternak lokal,” ujar Andi Asman Sulaiman.

Ia juga berharap kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan masyarakat dapat mempercepat terwujudnya Bone sebagai pusat pengembangan peternakan modern dan berkelanjutan di Indonesia Timur. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *