MAKASSAR, NALARMEDIA — Semangat kompetisi dan adu keterampilan mewarnai pelaksanaan Electrical Installation Skill Competition (EISC) 2026 yang digelar Program Studi Teknik Listrik Politeknik Bosowa (Poltekbos), Kamis (11 Juni 2026).
Ajang bergengsi ini mempertemukan siswa-siswi terbaik SMK dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan untuk menguji kemampuan mereka di bidang instalasi listrik.
Kompetisi yang didukung berbagai mitra industri, termasuk PLN Indonesia Power UBP Barru, menjadi wadah bagi para peserta untuk menunjukkan keterampilan teknis, ketelitian, penerapan standar keselamatan kerja, hingga kemampuan menyelesaikan pekerjaan sesuai standar industri ketenagalistrikan.
Setelah melalui proses penilaian yang ketat oleh dewan juri profesional, SMKS Darussalam Makassar berhasil tampil sebagai yang terbaik dengan mengumpulkan 273 poin, sekaligus menyabet gelar Juara 1 EISC 2026.
Prestasi tersebut mengantarkan SMKS Darussalam Makassar untuk mewakili Sulawesi Selatan pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Bidang Instalasi Listrik Tingkat Nasional, membawa harapan besar untuk mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
Sementara itu, SMKN 2 Bone berhasil meraih posisi kedua dengan total 257 poin, disusul SMKN 3 Soppeng di peringkat ketiga dengan 241 poin.
Selain trofi dan sertifikat penghargaan, para juara juga mendapatkan hadiah uang tunai dan Beasiswa Prestasi Politeknik Bosowa sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan kompetensi yang ditunjukkan selama perlombaan.
Juara 1 SMKS Darussalam Makassar menerima hadiah uang tunai sebesar Rp1.750.000 beserta Beasiswa Prestasi Politeknik Bosowa.
Juara 2 SMKN 2 Bone memperoleh Rp1.000.000 dan beasiswa prestasi, sedangkan Juara 3 SMKN 3 Soppeng mendapatkan Rp750.000 serta beasiswa prestasi.
Direktur Politeknik Bosowa, Dr. Ir. Isminarti, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pendamping, sponsor, dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan EISC 2026.
Menurutnya, kompetisi ini bukan sekadar mencari juara, melainkan menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui pendidikan vokasi yang berkualitas.
“Kami mengucapkan selamat kepada para juara yang telah menunjukkan kompetensi terbaiknya selama kompetisi berlangsung. Khusus kepada Juara 1 yang akan mewakili Sulawesi Selatan pada LKS SMK Bidang Instalasi Listrik Tingkat Nasional, kami berharap mampu membawa nama baik daerah dan menunjukkan kualitas lulusan vokasi yang kompeten dan berdaya saing,” ujar Isminarti.
Ia menambahkan bahwa pengalaman yang diperoleh peserta selama kompetisi menjadi bekal berharga untuk menghadapi dunia kerja dan perkembangan industri yang semakin kompetitif.
Komitmen Politeknik Bosowa dalam mendukung pendidikan vokasi juga ditegaskan melalui berbagai program pengembangan kompetensi, pelatihan, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri.
Senada dengan itu, Ketua Program Studi Teknik Listrik Politeknik Bosowa, Sulistianingsih Nur Fitri, S.ST., M.T., mengungkapkan bahwa EISC merupakan ajang strategis untuk mengukur sekaligus meningkatkan kompetensi siswa SMK di bidang instalasi listrik.
“Antusiasme peserta tahun ini sangat luar biasa. Kami melihat banyak potensi dan talenta muda yang memiliki kemampuan teknis yang baik serta siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi. EISC tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga sarana belajar, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring antara sekolah, perguruan tinggi vokasi, dan industri,” katanya.
Sebanyak 17 sekolah turut ambil bagian dalam kompetisi ini. Persaingan berlangsung ketat karena penilaian mencakup berbagai aspek penting, mulai dari ketepatan instalasi, kualitas pekerjaan, penerapan keselamatan kerja, efisiensi waktu, hingga kemampuan menyelesaikan tugas sesuai standar industri.
Penutupan EISC 2026 berlangsung meriah dengan penyerahan trofi, sertifikat, hadiah uang tunai, beasiswa prestasi, serta sesi foto bersama para juara, dewan juri, sponsor, guru pendamping, dan pimpinan Politeknik Bosowa.
Melalui ajang ini, Politeknik Bosowa kembali menegaskan perannya dalam mencetak generasi vokasi yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja maupun ajang kompetisi tingkat nasional. (ADV)















