BONE, NALARMEDIA — Gerimis yang turun perlahan di kawasan tanggul Kampung Bajo, Kelurahan Bajoe, Rabu (17 Juni 2026), tak menyurutkan langkah warga yang bergotong royong membersihkan lingkungan mereka.
Di antara mereka, tampak seorang pemimpin yang tak hanya berdiri memberi instruksi dari kejauhan, tetapi ikut memungut sampah, menarik jaring yang dipenuhi limbah, hingga mengatur mobil pengangkut sampah yang hilir mudik di sepanjang tanggul.
Dia adalah Camat Tanete Riattang Timur, Andi Habibie.
Mengenakan pakaian lengan panjang berwarna navy, celana hitam, dan sepatu laras panjang, Andi Habibie menyatu bersama masyarakat dalam aksi bersih-bersih yang melibatkan Satgas Kelurahan, Pemerintah Kecamatan Tanete Riattang Timur, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Polri, serta warga setempat.
Tak ada sekat antara pemimpin dan masyarakat pagi itu. Yang terlihat hanyalah kebersamaan dalam satu tujuan: menjaga lingkungan yang menjadi rumah bersama.
Sepanjang lebih dari satu kilometer kawasan tanggul dibersihkan dari tumpukan sampah yang selama ini mengganggu keindahan dan kenyamanan warga pesisir. Meski hujan gerimis sesekali mengguyur, semangat gotong royong tetap menyala.
Di sela-sela kegiatan, Andi Habibie bahkan membagikan air minum kemasan kepada warga yang turut bekerja membersihkan lingkungan. Sebuah tindakan sederhana yang menunjukkan penghargaan dan kepedulian kepada masyarakat yang telah meluangkan tenaga dan waktunya.
“Alhamdulillah, ini kegiatan yang kita laksanakan bersama untuk aksi bersih lingkungan. Ini sesuai arahan Bapak Bupati Bone agar kebersihan lingkungan, terutama di Kampung Bajo dan tanggul, segera dipantau dan dibersihkan,” tutur Andi Habibie.
Bagi Camat murah senyum ini, persoalan sampah bukan sekadar masalah kebersihan. Di balik tumpukan sampah, ada tanggung jawab bersama yang harus dipikul seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kesadaran dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi generasi mendatang.
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Pemerintah Kecamatan Tanete Riattang Timur juga tengah menyiapkan program pendirian bank sampah dan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Kelurahan Bajo.
Langkah tersebut diharapkan menjadi solusi berkelanjutan untuk mengurangi penumpukan sampah sekaligus membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.
Di mata warga, kehadiran langsung seorang camat di tengah tumpukan sampah memberikan makna yang jauh lebih besar daripada sekadar kegiatan gotong royong.
Rahman, salah seorang warga Kampung Bajo, mengaku tersentuh melihat pemimpinnya bekerja berdampingan dengan masyarakat.
“Beliau tidak hanya memberi arahan, tetapi ikut turun menarik jaring dan memungut sampah. Kami jadi lebih semangat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan,” ungkapnya.
Pernyataan itu menjadi gambaran bahwa keteladanan sering kali lebih kuat daripada seribu kata. Saat seorang pemimpin memilih turun ke lapangan, memegang sampah yang sama, merasakan lelah yang sama, dan berjalan di jalan yang sama dengan rakyatnya, lahirlah semangat kebersamaan yang sulit tergantikan.
Di tengah berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi masyarakat pesisir, aksi sederhana di bawah gerimis itu menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil dan kepedulian yang tulus.
Karena sejatinya, menjaga lingkungan bukan hanya soal membersihkan sampah, tetapi juga tentang merawat harapan agar generasi mendatang dapat mewarisi kampung yang lebih bersih, sehat, dan layak untuk ditinggali. (red)















