Belajar Langsung dari Praktisi, Mahasiswa Perpajakan Poltekbos Dalami Dunia Bea Cukai di Kanwil DJBC Sulbagsel

Komitmen menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja terus ditunjukkan Program Studi Perpajakan Politeknik Bosowa (Poltekbos).
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA — Komitmen menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja terus ditunjukkan Program Studi Perpajakan Politeknik Bosowa (Poltekbos).

Melalui kegiatan kunjungan industri ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel), mahasiswa diajak memahami secara langsung praktik kepabeanan dan cukai yang menjadi bagian penting dalam sistem penerimaan negara.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bea Cukai Kanwil Sulbagsel, Makassar, Rabu (17 Juni 2026), diikuti puluhan mahasiswa bersama dosen pendamping.

Kunjungan ini menjadi bagian dari program experiential learning yang dirancang untuk menjembatani teori yang dipelajari di ruang kuliah dengan realitas dunia kerja.

Setibanya di lokasi, rombongan Politeknik Bosowa disambut oleh jajaran pejabat dan pegawai Bea Cukai Sulbagsel.

Para mahasiswa kemudian mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, mulai dari pengawasan lalu lintas barang, pengelolaan penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai, hingga tantangan yang dihadapi dalam era perdagangan global dan transformasi digital.

Tak hanya menerima materi, mahasiswa juga diberikan kesempatan berdiskusi langsung dengan para pejabat Bea Cukai terkait implementasi regulasi perpajakan dan kepabeanan di Indonesia.

Sesi interaktif tersebut menjadi momen berharga bagi mahasiswa untuk menggali wawasan yang tidak selalu ditemukan di ruang kelas.

Ketua Program Studi Perpajakan Politeknik Bosowa, Rukminih Arifin, S.Pd., M.Ak, mengatakan bahwa kunjungan industri merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia profesional.

“Kunjungan industri ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana peran Bea Cukai dalam mendukung penerimaan negara, mengawasi arus barang, serta menjaga perekonomian nasional. Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep yang dipelajari di kelas, tetapi juga memperoleh gambaran nyata mengenai implementasinya di lapangan,” ujarnya.

Menurut Rukminih, kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah perlu terus diperkuat guna menciptakan lulusan yang adaptif, kompeten, dan mampu menjawab tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Politeknik Bosowa juga menyerahkan cendera mata kepada pihak Bea Cukai Sulbagsel sebagai simbol apresiasi sekaligus penguatan hubungan kelembagaan antara dunia pendidikan dan instansi pemerintah.

Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru mengenai mekanisme pengawasan kepabeanan, sistem pelayanan di lingkungan Bea Cukai, hingga berbagai peluang karier yang dapat ditempuh oleh lulusan bidang perpajakan.

Bagi mahasiswa, pengalaman berinteraksi langsung dengan para praktisi menjadi nilai tambah yang memperkaya pemahaman mereka terhadap profesi yang akan digeluti di masa depan.

Melalui kunjungan industri ini, Prodi Perpajakan Politeknik Bosowa berharap mahasiswa semakin memahami peran strategis Bea Cukai dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan optimalisasi penerimaan negara. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti komitmen Poltekbos dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.

Dengan bekal pengalaman langsung dari lapangan, mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan profesional yang mampu bersaing di era global. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *