Wabup AAP di Hadapan 180 Mahasiswa Baru UNM Bone: Jangan Jadi Budak Algoritma

Wakil Bupati (Wabup) Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M. (AAP), mengajak 180 mahasiswa baru Universitas Negeri Makassar (UNM) Kampus Bone menjadikan dunia pendidikan sebagai perjalanan panjang untuk membangun ilmu, karakter dan kemampuan menghadapi tantangan zaman.
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Wakil Bupati (Wabup) Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M. (AAP), mengajak 180 mahasiswa baru Universitas Negeri Makassar (UNM) Kampus Bone menjadikan dunia pendidikan sebagai perjalanan panjang untuk membangun ilmu, karakter dan kemampuan menghadapi tantangan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Wabup AAP saat menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 sekaligus memberikan kuliah umum di UNM Kampus Bone, Rabu (19 Agustus 2026).

Di hadapan para mahasiswa yang baru memulai perjalanan akademik, Wabup AAP menekankan bahwa perguruan tinggi tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat untuk mengejar ijazah.

Ia mengajak mahasiswa membangun kebiasaan belajar sepanjang hayat dan menjadikan ilmu sebagai bekal untuk memberi manfaat bagi masyarakat.

“Belajarlah sepanjang hayat. Jangan menjadikan pendidikan hanya sebagai formalitas. Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk menuntut ilmu, bahkan sampai ke negeri Cina,” kata Wabup AAP.

Pendidikan Fondasi Indonesia Emas 2045

Menurut Wabup AAP, kualitas pendidikan menjadi salah satu fondasi utama untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Ia mencontohkan sejumlah negara maju yang menjadikan pendidikan sebagai investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia.

“Kalau kita berbicara tentang Indonesia Emas 2045, tentu fondasinya adalah pendidikan. Dari pengalaman saya mengunjungi beberapa negara, negara-negara yang maju menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama,” jelasnya.

Ia mencontohkan China yang mendorong mahasiswa terbaiknya menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi terkemuka dunia sebagai bagian dari strategi membangun kualitas sumber daya manusia.

Bagi Wabup AAP, investasi di sektor pendidikan juga harus menjadi perhatian serius di tingkat daerah.

Pemerintah Kabupaten Bone, kata dia, berkomitmen mendorong Bone menjadi daerah yang kuat sebagai pusat pendidikan.

“Pendidikan adalah fondasi kuat bagi kemajuan bangsa, negara, termasuk Kabupaten Bone. Kami berkomitmen menjadikan Bone sebagai kota pendidikan. Tentu ini membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk perguruan tinggi, para pendidik dan adik-adik mahasiswa,” tuturnya.

“Kuasai Teknologi, Jangan Jadi Budak Algoritma”

Selain berbicara tentang pendidikan, Wabup AAP mengingatkan mahasiswa mengenai tantangan besar yang muncul di tengah perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, teknologi memberikan banyak kemudahan, tetapi penggunaan yang tidak bijak juga dapat menimbulkan persoalan sosial, mulai dari sikap antisosial, penyebaran informasi menyesatkan, perundungan hingga hoaks.

Karena itu, mahasiswa diminta tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk menciptakan solusi.

“Digitalisasi adalah pembantu, bukan pengganti. Kuasai teknologi, tetapi jangan sampai kita menjadi budak algoritma. Jadilah kreator solusi, termasuk menciptakan inovasi pendidikan berbasis digital,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi relevan bagi mahasiswa PGSD yang kelak diproyeksikan menjadi pendidik dan berhadapan langsung dengan generasi yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi.

Mahasiswa PGSD Penentu Masa Depan Generasi

Wabup AAP juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak meninggalkan identitas dan kearifan lokal Bone dalam menghadapi modernisasi.

Nilai sipakatau dan sipakalebbi, menurutnya, perlu terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menilai mahasiswa calon guru memiliki tanggung jawab besar karena profesi tersebut akan berperan dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.

“Adik-adik mahasiswa yang hadir di ruangan ini akan menjadi salah satu penentu nasib anak-anak kita 40 tahun ke depan. Karena itu, perjalanan akademik ini harus dimulai dengan tekad untuk menguasai ilmu, teknologi dan karakter,” ujarnya.

“Bone Tidak Dibangun oleh Individu”

Dalam kuliah umumnya, Andi Akmal juga mendorong mahasiswa mulai membangun jejaring dan membiasakan diri berkolaborasi lintas disiplin.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Perguruan tinggi, pendidik, mahasiswa, dunia usaha dan masyarakat memiliki peran masing-masing.

“Bangun jaringan, berkolaborasilah lintas disiplin. Kabupaten tidak dibangun oleh individu, tetapi oleh supertim. Bupati dan Wakil Bupati tidak akan mampu memajukan Bone tanpa bantuan masyarakat, para pendidik, perguruan tinggi dan adik-adik mahasiswa sekalian,” katanya.

Ia menegaskan, pembangunan daerah membutuhkan sistem yang kuat, sumber daya manusia berkualitas serta kolaborasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Unit Pengelola Program (UPP) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UNM Kampus Bone, Dr. Awaluddin Muin, S.Pd., M.Sn., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati Bone dalam kegiatan PKKMB.

Menurutnya, kehadiran Andi Akmal memberikan motivasi tersendiri bagi mahasiswa baru yang tengah memulai perjalanan akademik.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bapak Wakil Bupati Bone di Kampus VI UNM Bone. Kehadiran beliau menjadi motivasi tersendiri bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademiknya,” ujar Awaluddin.

Ia berharap 180 mahasiswa baru tersebut dapat memanfaatkan masa kuliah untuk membangun karakter, memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi.

“Kami berharap mereka dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, terus belajar, beradaptasi dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat,” lanjutnya.

Menutup kuliah umumnya, Andi Akmal berpesan agar mahasiswa memulai perjalanan akademiknya dengan kesungguhan dan orientasi pada manfaat.

“Mulailah perjalanan epik hari ini dengan menguras ilmu di kampus. Jadikan teknologi sebagai alat untuk menciptakan solusi, bukan sekadar untuk konsumsi. Membangun daerah bukan hanya membutuhkan semangat, tetapi juga kolaborasi dan sistem.”

Pesan tersebut menjadi bekal awal bagi 180 mahasiswa baru UNM Kampus Bone untuk tidak sekadar menjadi lulusan perguruan tinggi, tetapi tumbuh sebagai generasi yang berilmu, berkarakter, melek teknologi dan siap mengambil bagian dalam masa depan Bone hingga Indonesia Emas 2045.
(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *