BULUKUMBA, NALARMEDIA — Pemerintah Kabupaten Bone memberikan apresiasi kepada para Purna Jambore Nasional (Jamnas) dan Purna Paskibraka Kabupaten Bone Tahun 2026 melalui acara ramah tamah yang digelar di kawasan wisata Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba, Sabtu malam, 29 Agustus 2026.
Pertemuan penuh kehangatan tersebut menjadi bentuk penghargaan Pemerintah Kabupaten Bone kepada putra-putri terbaik daerah yang telah menjalankan tugas serta membawa nama Kabupaten Bone dalam berbagai ajang, termasuk di tingkat nasional.
Para peserta Jamnas sebelumnya mengikuti kegiatan nasional di Perkemahan Cibubur, Jakarta, pada 13–20 Agustus 2026.
Sementara Paskibraka Kabupaten Bone Tahun 2026 sukses menjalankan tugas mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Salah satu peserta yang turut menjadi perhatian dalam kontingen Jamnas Bone adalah Andi Asram Sulaiman, siswa MTsN 1 Bone yang dipercaya mengemban tugas sebagai Pimpinan Regu (Pinru) kontingen Jamnas Kabupaten Bone di Cibubur.
Andi Asram merupakan putra bungsu Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS).
Ramah tamah tersebut turut dihadiri Pj. Sekda Bone Hj. Andi Tenriawaru, sejumlah kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bone, serta keluarga dan orang tua maupun saudara Bupati Bone.
Di antaranya AKP Andi Muh. Yusuf Sulaiman, Hj. Andi Rosmiati Sulaiman, Hj. Andi Rosmini Sulaiman, dan Hj. Andi Nurlia Sulaiman.
Dalam sambutannya, BupAAS menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan rangkaian kegiatan, mulai dari panitia, pembina, pelatih, orang tua hingga para sponsor.
“Ini adalah kebersamaan, kekompakan, dan satu kebanggaan kita bersama. Terima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara dan seluruh sponsorship,” ujar BupAAS.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menjalani rangkaian kegiatan dengan tertib dan lancar.
Bupati Bone berharap seluruh rombongan dapat kembali ke Kabupaten Bone dengan aman serta membawa pulang pengalaman dan nilai-nilai positif untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Purna Bukan Berarti Berhenti
Perhatian khusus turut diberikan BupAAS kepada para Purna Paskibraka Kabupaten Bone Tahun 2026 dan 2025.
Menurutnya, keberhasilan generasi muda tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga merupakan kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Bone.
Apalagi, sejumlah putra-putri Bone berhasil menembus seleksi hingga ke tingkat nasional.
Salah seorang di antaranya bahkan mendapat kehormatan menjadi Purna Paskibraka Nasional dan dipercaya mengibarkan Sang Merah Putih di Istana Negara.
“Ini sangat spesial. Kita mendapatkan satu putri yang berkedudukan sebagai Purna Paskibraka Nasional, salah satu putri terpilih untuk mengibarkan Sang Merah Putih di Istana Negara,” katanya.
Sebagai bentuk penghargaan atas capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone juga menyiapkan apresiasi khusus bagi peserta yang berhasil menembus seleksi hingga tingkat provinsi dan nasional.
Namun, bagi BupAAS, capaian tersebut tidak boleh berhenti hanya sebagai sebuah kebanggaan atau kenangan setelah kegiatan berakhir.
Bupati Bone yang juga Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Bone itu mengingatkan para peserta agar pengalaman selama mengikuti Jamnas maupun Paskibraka menjadi bekal untuk membentuk karakter dan menentukan perjalanan hidup mereka di masa depan.
“Jangan jadikan sebagai seremonial saja. Kalian menjadi Pramuka yang hebat, Paskibraka yang hebat, hebat sepanjang masa,” pesannya.
Andi Asman menegaskan, proses yang telah dilalui para peserta bukanlah sesuatu yang mudah.
Mereka harus melewati berbagai tahapan, mulai dari seleksi dan wawancara, pembinaan fisik dan mental, hingga belajar hidup mandiri selama mengikuti kegiatan.
“Kalian ini menjadi Purna Paskibraka, menjadi Purna Jamnas, menjadi manusia pilihan perwakilan dari seluruh wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Bone. Itu tidak mudah,” ujarnya.
Empat Nilai untuk Bekal Seumur Hidup
Karena itu, BupAAS meminta seluruh peserta mempertahankan nilai-nilai penting yang telah ditanamkan selama proses pembinaan.
Empat nilai tersebut adalah disiplin, jujur, percaya diri dan mandiri.
Menurutnya, nilai tersebut tidak boleh ditinggalkan setelah peserta menyelesaikan masa tugas sebagai Paskibraka maupun kegiatan Jambore Nasional.
Sebaliknya, seluruh pengalaman dan pembentukan karakter yang telah diperoleh harus terus dibawa ketika melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja maupun menjalani kehidupan bermasyarakat.
Bupati Bone juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan.
Para generasi muda diminta tidak membangun sekat berdasarkan suku, daerah asal maupun latar belakang.
“Yang terpenting, semua manusia sama,” tegasnya.
Dari Bone untuk Indonesia
Andi Asman melihat pengalaman sekitar 80 generasi muda Bone yang mengikuti kegiatan Jamnas dan Paskibraka sebagai modal besar untuk melangkah menuju masa depan.
Ia optimistis, dari generasi tersebut akan lahir pemimpin-pemimpin dan tokoh yang nantinya mengisi berbagai bidang strategis.
Mulai dari menteri, wakil menteri, anggota legislatif, pengusaha, gubernur hingga bupati.
“Tidak ada yang tidak bisa. Berdoa dan bekerja keras,” pesannya.
BupAAS pun meminta para peserta untuk tidak berhenti mengejar prestasi setelah menyelesaikan kegiatan tahun ini.
Pendidikan harus terus dilanjutkan dan setiap cita-cita harus diperjuangkan sesuai bidang yang diminati.
Menurutnya, kesempatan untuk meraih masa depan terbuka luas di berbagai bidang, baik usaha, pendidikan, pemerintahan, militer, kepolisian maupun profesi lainnya.
Pengalaman selama mengikuti Jamnas dan Paskibraka, kata dia, telah memberikan fondasi penting berupa kedisiplinan, karakter dan kemandirian.
“Kalau di sana bisa, di sini juga bisa,” kata Andi Asman menyemangati para peserta.
Sebagai Ketua Kwarcab Bone, BupAAS juga menyampaikan penghargaan kepada para pembina dan pelatih yang telah mendampingi para peserta sejak proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
“Terima kasih kepada Bapak/Ibu Pembina dan Pelatih, sudah membawa nama baik Bone berkibar sampai ke tingkat nasional,” ucapnya.
Ia berharap capaian yang diraih pada tahun ini tidak berhenti sebagai prestasi sesaat.
Menurutnya, keberhasilan tersebut harus menjadi pijakan untuk melahirkan generasi yang lebih baik dan lebih berprestasi pada kegiatan-kegiatan berikutnya.
Untuk itu, proses seleksi calon Purna Paskibraka maupun peserta yang akan mengikuti kegiatan nasional mendatang akan dilakukan secara lebih selektif.
Tujuannya agar putra-putri terbaik Kabupaten Bone yang terpilih benar-benar memiliki kemampuan, karakter dan kesiapan untuk membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.
Di penghujung sambutannya, BupAAS kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pembina, pelatih, tenaga pendidik, panitia dan orang tua yang telah memberikan dukungan.
“Ilmu yang diberikan, pengalaman yang diberikan, dan prestasi yang diberikan ini menjadi warisan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bone, dari provinsi dan pusat untuk dibawa menjadi bekal hidup selama-lamanya,” pungkasnya.
Ramah tamah di kawasan wisata Tanjung Bira tersebut menjadi penutup rangkaian apresiasi Pemerintah Kabupaten Bone kepada generasi muda yang telah menjalankan tugas dan mengharumkan nama daerah.
Lebih dari sekadar seremoni penghargaan, momentum itu menjadi pesan kuat bagi para Purna Jamnas dan Purna Paskibraka Bone bahwa status “purna” bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk terus berdisiplin, mandiri, berprestasi dan melangkah lebih jauh membawa nama Bone hingga ke panggung nasional bahkan internasional. (red)















