BupAAS Sambut Investasi Pabrik Jagung, 5.000 Hektare Lahan Bakal Digarap di Bone

rencana pembangunan pabrik jagung menjadi salah satu peluang investasi yang dibahas dalam pertemuan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS) bersama Direktur Utama PT Indorasaprima Fortuna Perkasa, Joe Felix Johan.
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Kabupaten Bone kembali dilirik sebagai daerah potensial untuk pengembangan investasi sektor pertanian.

Kali ini, rencana pembangunan pabrik jagung menjadi salah satu peluang investasi yang dibahas dalam pertemuan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS) bersama Direktur Utama PT Indorasaprima Fortuna Perkasa, Joe Felix Johan.

Pertemuan berlangsung di Kafe Antara, Jalan Makmur, Kabupaten Bone, Jumat (4 September 2026).

Selain membahas rencana pembangunan pabrik jagung, pertemuan tersebut juga membahas program penanaman jagung di atas lahan seluas 5.000 hektare.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Danrem 141 Toddopuli, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bone, Camat Amali, Kepala BPP Pertanian Amali, Camat Ulaweng, Kepala BPP Pertanian Ulaweng, Camat Tellu Siattinge serta Kepala BPP Pertanian Tellu Siattinge.

Rencana investasi tersebut diarahkan sebagai bagian dari upaya memperkuat hilirisasi sektor pertanian di Kabupaten Bone.

Konsep yang dibahas tidak hanya berhenti pada perluasan areal tanam, tetapi juga mengintegrasikan hasil produksi petani dengan industri pengolahan.

Melalui skema tersebut, hasil panen jagung dari lahan yang dikembangkan nantinya diarahkan untuk masuk langsung ke pabrik.

Dengan demikian, mata rantai produksi mulai dari petani, proses panen, distribusi hingga pengolahan dapat terintegrasi dalam satu ekosistem.
Direktur Utama PT Indorasaprima Fortuna Perkasa, Joe Felix Johan, yang juga merupakan pemilik pabrik jagung di Brebes, Jawa Tengah, menyebut Bone memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi pertimbangan dalam rencana investasi tersebut.

“Alasan memilih Kabupaten Bone karena tanah pertaniannya bagus dan luas, cocok untuk tanaman jagung, serta dekat pantai dan ada pelabuhan. Ini sangat mendukung untuk distribusi hasil produksi,” ujar Joe Felix Johan.

Potensi lahan pertanian yang luas serta dukungan akses distribusi dinilai menjadi modal penting bagi pengembangan industri berbasis komoditas jagung di Bone.

Jika rencana tersebut terealisasi, keberadaan pabrik di daerah diharapkan dapat memberikan kepastian pasar yang lebih kuat bagi petani sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap rantai distribusi yang panjang.

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyambut positif rencana investasi tersebut.

Menurutnya, investasi di sektor pertanian sangat relevan dengan arah pembangunan daerah yang terus mendorong peningkatan nilai tambah komoditas lokal.

“Kami menyambut baik kunjungan dan rencana investasi ini. Ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan nilai tambah produk pertanian melalui hilirisasi. Kami siap mendukung dan memfasilitasi agar rencana ini bisa segera terealisasi,” kata Andi Asman.

BupAAS juga meminta Dinas Pertanian, para camat serta jajaran BPP di tiga wilayah yang hadir dalam pertemuan untuk segera melakukan pemetaan potensi lahan.

Langkah tersebut dinilai penting agar program penanaman jagung seluas 5.000 hektare dapat dipersiapkan secara matang, mulai dari kesiapan lahan, pendampingan petani hingga pengelolaan produksi.

Pemetaan sekaligus pendampingan di tingkat petani diharapkan mampu memastikan program berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Lebih jauh, rencana pembangunan pabrik jagung dinilai dapat menjadi titik awal terbentuknya ekosistem industri pertanian di Kabupaten Bone.

Petani tidak hanya didorong meningkatkan produksi, tetapi juga mendapatkan akses terhadap pasar industri yang membutuhkan pasokan bahan baku secara berkelanjutan.

Bagi pemerintah daerah, konsep tersebut menjadi penting karena hilirisasi memungkinkan komoditas pertanian tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Dengan dukungan investasi, perluasan areal tanam dan integrasi antara petani dengan industri pengolahan, sektor jagung diharapkan mampu menjadi salah satu komoditas unggulan Bone.

Pemkab Bone pun berharap rencana tersebut dapat mendorong peningkatan pendapatan petani, membuka peluang ekonomi baru, memperkuat sektor pertanian sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan di Sulawesi Selatan.

Rencana investasi ini sekaligus menegaskan arah pembangunan pertanian Bone yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga hilirisasi dan penciptaan nilai tambah bagi masyarakat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *