PBN 2026 Dibuka, FIB Unhas Ajak Mahasiswa Se-Indonesia Jadikan Budaya Lebih Hidup di Era Digital

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali membuka ruang kreativitas bagi generasi muda melalui Pekan Budaya Nasional (PBN) 2026 yang dirangkaikan dengan Kompetisi Mahasiswa Se-Indonesia.
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA — Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali membuka ruang kreativitas bagi generasi muda melalui Pekan Budaya Nasional (PBN) 2026 yang dirangkaikan dengan Kompetisi Mahasiswa Se-Indonesia.

Pendaftaran kegiatan tersebut telah dibuka sejak 20 Juli dan akan berlangsung hingga 20 September 2026.

Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia diajak menuangkan gagasan, kreativitas dan kepedulian terhadap kebudayaan melalui beragam karya kompetitif.

Pendaftaran peserta dilakukan secara daring melalui tautan yang telah disiapkan panitia.

PBN 2026 hadir bukan sekadar sebagai ajang perlombaan, tetapi menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengambil peran dalam pelestarian sekaligus pengembangan kebudayaan Indonesia di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital.

Tahun ini, PBN menghadirkan dua kategori kompetisi, yakni tingkat nasional dan regional.

Untuk tingkat nasional, terdapat tiga cabang yang diperlombakan, yaitu Lomba Cerita Pendek (Cerpen), Esai Kebudayaan dan Video Kampanye Kebudayaan.

Sementara kompetisi tingkat regional yang diperuntukkan bagi mahasiswa di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat meliputi Musikalisasi Puisi, Solo Pop dan Tari Kontemporer.

Peserta merupakan mahasiswa aktif jenjang Diploma maupun Sarjana yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau surat keterangan aktif kuliah yang masih berlaku.

Kompetisi nasional terbuka bagi mahasiswa dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.

Sedangkan kompetisi regional khusus diperuntukkan bagi mahasiswa perguruan tinggi yang berada di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Dorong Budaya Hadir di Ruang Digital

Salah satu cabang yang menjadi perhatian dalam PBN 2026 adalah Lomba Video Kampanye Kebudayaan Tingkat Nasional.

Kompetisi ini dirancang sebagai respons terhadap tantangan pelestarian budaya di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, globalisasi dan perubahan gaya hidup masyarakat.

Di tengah kondisi tersebut, media digital justru dinilai dapat menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan dan menghidupkan kembali kebudayaan kepada generasi muda.

Melalui karya video, mahasiswa didorong tidak hanya menampilkan kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga mengangkat berbagai isu strategis, mulai dari pelestarian warisan budaya, pemberdayaan masyarakat adat, penguatan identitas lokal, pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya hingga pemanfaatan kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, Dr. Ilham, mengatakan PBN 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk menuangkan gagasan, kreativitas dan kepedulian terhadap kebudayaan melalui karya audio visual yang inovatif.

“PBN akan memperlombakan kategori Video Kampanye Kebudayaan Tingkat Nasional Tahun 2026 sebagai wadah bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk menuangkan gagasan, kreativitas, dan kepeduliannya terhadap kebudayaan melalui karya audio visual yang inovatif,” ujarnya.

Menurutnya, kompetisi tersebut diharapkan tidak berhenti pada menghasilkan karya terbaik, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antarmahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Karya yang lahir dari kompetisi diharapkan mampu menjadi bagian dari gerakan kampanye kebudayaan yang lebih luas, sekaligus menginspirasi masyarakat untuk mengenali, menghargai, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Indonesia sebagai identitas nasional di era digital.

Puncak Kegiatan Digelar di Unhas

Rangkaian PBN 2026 akan berlangsung dalam dua tahap, yakni secara daring dan luring.
Tahap daring dimulai dengan pendaftaran peserta sekaligus pengumpulan karya pada 20 Juli–20 September 2026.

Selanjutnya, panitia akan melakukan seleksi administrasi, penilaian dan kurasi karya oleh dewan juri pada 21–30 September 2026.

Pengumuman finalis seluruh cabang kompetisi dijadwalkan pada 5 Oktober 2026.

Sekretaris Panitia PBN 2026, Alung, menjelaskan rangkaian puncak kegiatan akan dilaksanakan secara luring di Universitas Hasanuddin pada 25–28 Oktober 2026.

Kegiatan diawali dengan registrasi ulang finalis, technical meeting dan pembukaan Pameran Budaya.

Pada hari berikutnya, peserta dan tamu akan mengikuti Opening Ceremony, Pameran Budaya serta Bedah Karya Literasi.

Memasuki 27 Oktober, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan screening Video Kampanye Kebudayaan yang dirangkaikan dengan babak final Lomba Solo Pop, Tari Kontemporer dan Musikalisasi Puisi.

Seluruh rangkaian PBN 2026 kemudian ditutup melalui Malam Anugerah PBN 2026 pada 28 Oktober.

Malam penghargaan tersebut akan menjadi puncak apresiasi bagi para pemenang seluruh cabang kompetisi, baik tingkat nasional maupun regional.

Panitia juga menyiapkan total hadiah puluhan juta rupiah bagi para pemenang.

Alung berharap penyelenggaraan PBN 2026 dapat melahirkan karya-karya kreatif yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memiliki dampak bagi kehidupan kebudayaan Indonesia.

Melalui kreativitas mahasiswa, kebudayaan diharapkan tidak hanya tersimpan sebagai warisan masa lalu, tetapi terus berkembang dan hadir dalam kehidupan generasi masa kini.

PBN 2026 pun menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membuktikan bahwa menjaga budaya bukan berarti menolak perubahan, melainkan membawa kekayaan budaya Indonesia agar tetap relevan, dikenal dan dicintai di tengah perkembangan zaman. (rls/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *