BONE, NALARMEDIA — Suasana duka menyelimuti Rumah Dinas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone, Kamis (10 September 2026).
Tangis dan doa mengiringi kepergian Muchamad Zaenal Fanani, S.Sos., M.M., Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Watampone.
Di tempat itu, jajaran Pemasyarakatan berkumpul memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdian di Lapas Watampone.
Upacara pelepasan jenazah dilaksanakan dengan penuh khidmat. Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, bertindak sebagai pembina upacara.
Hadir pula jajaran pejabat struktural dan pegawai Lapas Watampone, jajaran Bapas Watampone, keluarga almarhum, serta pihak terkait.
Rangkaian upacara diawali dengan penghormatan terakhir kepada jenazah, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan riwayat hidup singkat almarhum.
Dalam amanatnya, Rahnianto menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Bagi jajaran Pemasyarakatan, kepergian almarhum bukan hanya meninggalkan ruang kosong di lingkungan kedinasan, tetapi juga meninggalkan kenangan tentang pengabdian yang telah diberikan selama menjalankan tugas.
“Kepergian almarhum merupakan kehilangan bagi kita semua. Namun, dedikasi dan pengabdian beliau selama menjalankan tugas akan tetap menjadi bagian dari perjalanan dan kenangan keluarga besar Pemasyarakatan,” ujar Rahnianto.
Ia mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
Setelah penghormatan terakhir, dilakukan pelepasan jenazah dari kedinasan dan penyerahan kepada pihak keluarga.
Doa kembali dipanjatkan. Jenazah kemudian diusung menuju kendaraan untuk diberangkatkan ke kampung halaman di Kabupaten Pangkep.
Satu per satu jajaran Lapas Watampone mengiringi keberangkatan tersebut.
Tidak banyak kata yang terucap, hanya doa dan penghormatan yang menjadi pengantar perjalanan terakhir almarhum.
Bagi rekan-rekan kerja yang selama ini mengenalnya, kepergian Pak Zaenal menjadi kehilangan yang tidak mudah. Namun, pengabdian yang telah ditorehkan akan tetap menjadi bagian dari cerita panjang keluarga besar Pemasyarakatan.
“Atas nama keluarga besar Lapas Kelas IIA Watampone dan jajaran Pemasyarakatan, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Selamat jalan, Pak Zaenal. Semoga Allah SWT menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya,” tutur Rahnianto.
Upacara pelepasan berlangsung tertib dan khidmat dalam suasana duka. Jenazah selanjutnya diberangkatkan menuju Kabupaten Pangkep untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum keluarga.
Selamat jalan, Pak Zaenal. Tugas telah ditunaikan, pengabdian telah ditorehkan. Kini, doa dari mereka yang pernah berjalan bersamamu menjadi pengantar menuju keabadian. (rls/red)















